BPJS KETENAGAKERJAAN


Muslim? Segera Laksanakan Syari'at Allah!

Oleh : Aisyah Yusuf

"Maka Demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." ( TQS. An nisa : 65).

Disebutkan dalam tafsir Ibnu Kastir, bahwa Allah Swt bersumpah dengan menyebut Dirinya yang Maha Mulia lagi Maha Suci, bahwa tidaklah beriman seseorang sebelum ia menjadikan Rasul SAW, sebagai hakimnya dalam semua urusannya. Semua yang diputuskan oleh Rasul SAW. adalah perkara yang hak dan wajib diikuti lahir dan batin, tanpa ada rasa yang mengganjal, tanpa ada penolakan dan tanpa ada sediktpun rasa menentangnya.

Kemudian diperkuat dalam firman Allah yang lainnya:

"Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasulnya agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka, ialah ucapan, 'Kami Mendengar, dan Kami Patuh'.
Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah, dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang - orang yang mendapat kemenangan." ( TQS. Annur : 51-52).

Dalam ayat diatas sudah jelas bahwa seseorang yang beriman itu jika dipanggil Allah dan Rasul-Nya atau ditetapkan hukum kepadanya, mereka berkata 'kami mendengar dan kami patuh.'
Maksud kata patuh disini adalah "laksanakan", tanpa kata tapi atau nanti.

Demikianlah gambaran yang seharusnya dijalankan oleh seorang muslim yang beriman kepada Allah. Bukan hanya sekadar mengaku muslim tapi tanpa mau diatur oleh syariat-Nya (aturan - red) dan mereka tidak lain adalah seperti orang kafir, yang jika dipanggil atau diperintah oleh Allah dan Rasul-Nya, mereka berkata 'kami mendengar dan kami lalai.'

Akan tetapi, seperti itulah kondisi saat ini dimana banyak yang mengaku muslim, mengaku sebagai orang alim, tapi mereka alergi dengan aturan-aturan Allah ( syariat islam-red).

Misalnya saja, ketika diumumkannya hasil ijtima ulama IV yang mengatakan
bahwa 'sesungguhnya semua ulama Ahlussunah Waljamaah telah sepakat penerapan syariah, dan penegakkan khilafah serta ammar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam.' Ujar Yusuf Muhammad Martak di Hotel Lor in Sentul.
(Bogor, Senin 5/8/19, DetikNews 07/8/19).

Dan ternyata itu mendapat penolakan. Salah satunya dari kepala staf keprisedenan (KSP), Moeldoko. Yang menyatakan bahwa 'Pemerintah tidak menganggap ijtima ulama IV. Dan sesuatu yang berlawanan dengan pancasila harus dilawan.'
Lebih jelasnya "negara kita ini kan bukan negara..., sudah jelas Ideologinya. Ideologi lain nggak bisa dikembangkan disini, sepanjang itu berlawanan dengan Ideologi pancasila ya harus dilawan." Kata Moeldoko. Selasa 6/8/19.( DetikNews 07/08/19).

Penolakan NKRI Syariah juga datang dari politisi. Sekjen PPP, Arsul Sani mengatakan, "tidak boleh ada pihak yang mengubah ideologi dan bentuk negara."

Arsul mengatakan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI telah disepakati sebagai konsensus kebangsaan. Keempatnya merupakan pilar bangsa dan bersifat final.

"Tidak boleh diutak-atik. Jadi tidak boleh kemudian ada orang Islam di negara ini yang karena pemahaman keagamaannya lalu ingin mengubah ideologi atau dasar negara kita atau bentuk negara kita. Dari negara kesatuan menjadi misal negara dengan sistem khilafah." Ujar Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/8).

Dan perlu diketahui bahwa Ideologi didunia ini hanya ada 3, yaitu : Kapitalisme, Islam dan Sosialis - Komunis. Jadi tidak ada Ideologi Pancasila.

Jadi jelas, bahwa Islam adalah salah satu Ideologi, yakni sekumpulan pemahaman (aqidah aqliyah) yang melahirkan serangkaian aturan hidup.

Dalam perspektif Ideologi, Islam jelas mempunyai keunikan tersendiri dibanding  dengan agama-agama lain di dunia. Dari segi wilayah ajarannya, Islam tidak hanya mengatur hal-hal yang bersifat spiritual saja, namun Islam juga bersifat politis, karena memiliki peran mengatur urusan masyarakat melalui penerapan sistem kehidupan yang disebut dengan nidzom atau syariah.
Dengan itulah akan tampak kesempurnaan Islam sebagai sebuah agama dan juga Ideologi.

Islam adalah Rahmat

"Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam." ( TQS. Al Anbiya : 107)

Bagaimana agar Islam menjadi Rahmat bagi semesta alam ?

Allah swt berfirman,
"Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaku, lalu barang siapa mengikuti petunjuk ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.
Berkatalah ia, "Ya Tuhanku, mengapa engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
Allah berfirman,
"Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan." ( TQS. Thaha : 123-126).

Jelas sudah bahwa aturan atau syariah Islam adalah Rahmat bukan hanya bagi manusia, tapi juga untuk seluruh alam. Tidak seperti jargon-jargon yang dilayangkan oleh kafir barat, yang mana tujuannya adalah untuk menghalang-halangi kebangkitan Islam.

Wallahu a'lam(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *