BPJS KETENAGAKERJAAN


Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Baik di Malam Hari

Pemprov DKI Jakarta klaim kualitas udara di malam hari lebih baik. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)


Jakarta, Kupasonline --
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta Andono Warih mengatakan bahwa Kualitas udara Jakarta tidak buruk sepanjang hari, melainkan hanya di jam-jam tertentu. Menurutnya tingkat polusi yang tinggi hanya terjadi pada pagi hari saat jam-jam sibuk warga beraktifitas.

"Dari jam ke jam berfluktuasi adalah ketika kita sedang semuanya bekerja berangkat ke tempat kerja, itu ada jam yang indikasikan buruk," kata Andono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/8).

Terlebih Andoni mengatakan kini Jakarta berada dalam musim kemarau. Kadar polusi di udara cenderung lebih pekat dibanding saat musim hujan.

Andono mengklaim kualitas udara Jakarta lebih baik di malam atau sore hari. Hal itu dikarenakan mayoritas masyarakat tidak beraktivitas.

"Lihat saja nanti kalau pas jam malam atau sore itu bagus, tapi kalau yang diupdate atau diviralkan yang jam 6 jam 7 itu adalah titik-titik yang buruk," ungkap dia.

Andono juga menambahkan ada indikasi polusi udara Jakarta buruk karena kendaraan besar yang melintas di tol. Menurutnya kendaraan besar seperti truk menggunakan bahan bakar solar yang kurang baik untuk lingkungan.

"Kita lihat pada sore hari atau pagi hari tol Simatupang atau tol Tanjung Priok itu selalu padat dengan kendaraan. Jangan lupa, kendaraan besar ini adalah fuelnya solar dan secara teknik dia punya kadar belerangnya sangat tinggi," terang Andono.
Mungkin dari segi kuantitas, kendaraan berat tergolong sedikit. Namun tetap saja. Udara akan terkontaminasi dengan polusi residu solar. "Maka tentu hasil bakarnya juga jauh lebih kotor," tutup dia.

Ia mengatakan Pempprov DKI Jakarta tak bosan mengingatkan masyarakat untuk menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Masyarakat juga diminta untuk menggunakan kendaraan umum. Dengan begitu dampak polusi udara bisa diminimalisir.

Jakarta menjadi sorotan karena dianggap sebagai kota paling berpolusi di dunia. Situs Airvisual menyebut Jakarta menempati peringkat teratas dengan kondisi udara tidak sehat, dengan Air Quality Index (AQI) di angka 160 alias tidak sehat, pada Kamis (1/8) per pukul 10.05 WIB

Rentang nilai dari AQI mulai dari 0 hingga 500. Makin tinggi nilainya menunjukkan makin tinggi pula tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti sedang, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya. (*/wan)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *