BPJS KETENAGAKERJAAN


ACT Sumbar Pulangkan 213 Perantau Pessel di Wamena

41 Perantau asal Pesisir Selatan yang merantau di Wamena Papua dipulangkan ACT Sumbar. Mereka yang pulang pada gelombang kedua ini ini tiba di kampung halaman pukul 17.37 Wib.

Pesisir Selatan, Kupasonline - Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga kini, Jumat 4/10 telah memulangkan sebanyak 213 perantau asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) usai tragedi berdarah di Wamena, Papua.

Kepala ACT Sumatera Barat, Zeng Welf mengatakan pemulangan perantau minang dari tim ACT sudah dilaksanakan sejak Kamis 3/10.

Zeng Welf menyebutkan dari total 213 perantau itu, mereka dipulangkan dengan jadwal penerbangan yang berbeda.

Zeng Welf, Kepala ACT Sumbar saat diwawancarai awak media disela menyambut kedatangan perantau Pessel di Wamena

Gelombang pertama, sebanyak 132 orang dengan menggunakan pesawat Express Air. Kemudian, Gelombang kedua, sebanyak 41 orang, ketiga, 17 orang dan gelombang keempat sebanyak 23 orang.

"Untuk gelombang ketiga dan keempat pulang dengan pesawat Garuda dan diperkirakan tiba nanti malam"jelas Zeng Welf disela menyambut kedatangan perantau Pessel gelombang kedua di Kantor Kecamatan Bayang sebanyak 41 orang, Jumat 4/10.

Sebanyak 41 orang warga Pesisir Selatan dalam list gelombang kedua itu tiba sekitar pukul 17.37 Wib dengan Bus Pariwisata yang difasilitasi oleh tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar.

Rombongan perantau ini turun di Kantor Kecamatan Bayang dan disambut langsung oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Mereka dipulangkan akibat tragedi kemanusiaan yang terjadi di Wamena Papua pada 23/9 lalu. Ratusan masyarakat minang yang dipulangkan melalui peduli ACT itu mendapat respon positif oleh masayarakat Pessel.

Dia mengatakan bahwa tragedi kemanusiaan di Papua adalah pelajaran buat seluruh warga indonesia.

"Kita sama-sama cinta NKRI. Mudah-mudahan kejadian yang sama tidak terulang lagi"ujarnya saat memberi kata sambutan dalam menyambut perantau minang itu.

Dikatakan tragedi wamena juga merupakan pelajaran berharga. Dengan peristiwa ini sebutnya terbentuk sebuah rasa kekeluargaan yang besar antara sesama anak bangsa.

Lanjutnya, bagi warga minang yang masih mengungsi di Papua, pihak ACT masih melakukan pelayanan sosial.

"Menyangkut kebutuhan pangan sandang dan medis, kita masih memfasilitasinya"ulasnya.

Selain itu, tim ACT juga selalu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Sumbar serta Pemkab setempat.

Disamping itu, ACT sendiri lagi memikirkan soal bangunan rumah warga yang hancur terbakar di Papua.

"Ini bukan saja wilayah Pesisir Selatan tapi juga ada beberapa wilayah lainya, diluar Sumatera Barat"jelasnya.

Kepada media juga disampaikannya, bahwa peristiwa wamena bukan merupakan eksodus. Namun yang paling cepat untuk mengobati luka perantau itu dengan cara semua berkumpul dengan keluarga besar.

Selain itu, Zeng Welf, kepala ACT Sumbar menuturkan selain 213 orang warga Pesisir Selatan yang berhasil dipulangkan masih ada sejumlah warga lainnya yang masih diupayakan agar bisa pulang ke kampung halaman mereka masing-masing.

"Ya, masih ada lagi. Cuma data masih sedang kita himpun"tukasnya.(niko).

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *