BPJS KETENAGAKERJAAN


Entah Berapa Lama Tinggal di Tenda, Pengungsi Abrasi di Pessel Mulai Sakit-Sakitan

Suci (24) di sisi tengah saat berada dalam Posko Pengungsian di Kampung Muaro, Kecamatan Batang kapas, Pesisir Selatan, Sumbar. Suci tengah mengandung anak keduanya dengan usia kandungan sembilan bulan.


Pesisir Selatan, Kupasonline- Kondisi kesehatan sebagian masyarakat pengungsi akibat terdampak abarasi pantai di Kampung Muaro, Kenagarian IV Koto Hilia, Kecamatan Batangkapas mulai menurun.

Pengungsi mengakui susah tidur dan memasak.

"Sekarang saya lagi batuk dan diare. Tensi juga mulai menurun"jelas Suci (24) salah satu pengungsi yang tengah mengandung anak keduanya. Selasa, 1/10.

Baca juga : Akibat Abrasi 13 Unit Rumah Rusak Berat Puluhan Warga di Pessel Mengungsi

Saat diwawancarai media ini dilokasi, Suci merasa cemas akan kandungannya. Sebab hasil prediksi pemeriksaan kesehatan, ia akan melahirkan 10 hari lagi.

Di usia kandungan Suci yang telah sampai sembilan bulan itu, terpikir rasa khawatir yang meninggi.

"Iya cemas pak. 10 hari lagi anak dalam kandungan saya mau lahir. Sementara tempat tinggal saya tidak bisa ditempati lagi. Semua hancur gara-gara abrasi"tuturnya menyedih.

Sementara, Yondri (25) suaminya Suci juga merasakan kekhawatiran yang sama. Tinggal di tenda pengungsian tidak sangat baik untuk kondisi bayinya jika nanti istrinya melahirkan.

"Meskipun perlengkapan bayi sudah dibantu oleh pemerintah, tentu tidak mungkin bayi kami ditidurkan disini (tenda pengungsian-red)"ujarnya bermenung.

Yondri berharap semoga pemerintah daerah segera mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat pengungsi. Dia juga tidak tahu harus berapa lama tinggal di tenda. Berlama tinggal di tenda pengungsian bisa menimbulkan penyakit.

Baca juga : Baznas Pessel Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Abrasi 

Surya Mega (32) salah satu tim medis dari Puskesmas Batangkapas yang bertugas di posko pengungsian mengatakan beberapa masyarakat yang mengungsi ada yang demam dan asam lambung yang naik.

"Demam biasa, sesak nafas karna asam lambungnya naik. Umumnya seperti itu"terang Mega.

Masyarakat pengungsi dan anak-anak chek kesehatan di posko pengungsian

Sejak warga tinggal di tenda, kata Mega sebanyak 49 masyarakat pengungsi sudah memeriksakan kondisi kesehatannya.

Secara tugas dan amanah, Mega bakal melaksanakan kewajibannya untuk rutin memeriksa kesehatan masyarakat yang sudah lima hari tidur di tenda-tenda pengungsian.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Zulfian Afrianto mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat pengungsi.

"Beras, sembako, selimut, makanan siap saji dan termasuk perlengkapan bayi bagi ibu hamil telah kami sediakan"ujarnya.

Dia menjelaskan secara kewenangan Dinas sosial akan mengoptimalkan peranannya dalam membantu soal kemanusiaan itu. Namun hal ini juga tidak lepas dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai leading sektor dari sisi kebencanaan.

Dinsos juga belum mengetahui apakah kejadian yang menimpa masyarakat Kampung Muaro sudah ditetapkan sebagai status bencana daerah.

"Ya, tergantung BPBD nantinya. Karna bencana alam tanggung jawabnya di situ. Kalau BPBD menyatakan statusnya ini bencana, maka secara kewenangan kami siap memfasilitasi pendirian dapur darurat dan lainnya"tukasnya.

Sementara, Kepala BPBD Pessel, Herman Budiarto saat dihubungi melalui selular belum menjawab panggilan komunikasi media ini.

Diketahui pemerintah daerah setempat bakal merelokasi pengungsi ke titik yang lebih aman.

Namun hingga saat ini belum ada kejelasan ketersediaan lahan yang akan dijadikan lokasi pengungsi yang baru.

"Soal relokasi, kita masih terkendala lahan. Kemarin ada lahan tapi yang bersangkutan tidak mau jual. Tapi alternatifnya, ada satu lahan lagi, pemiliknya pak Erwin. Nanti malam kita akan bicara soal ini dengan beliau"kata Satria Darma Putra, Walinagari IV Koto Hilia.

Dia mengatakan pengadaan lahan untuk warganya yang mengungsi itu melalui kewenangan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Pesisir Selatan. (niko).

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *