BPJS KETENAGAKERJAAN


HMI Pessel Unjuk Rasa di Kantor Bupati, Ini Tuntutannya

Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pesisir Selatan unjuk rasa ke Kantor Bupati setempat, Kamis 3/10

Pesisir Selatan, Kupasonline- Puluhan mahasiswa yang terhimpun dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pesisir Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati. Kamis, 3/10.

Aksi itu dimulai Pukul 10.00 WIB pagi dengan titik kumpul dimulai dari depan Taman Spora Painan, kemudian berjalan sambil berorasi menuju Kantor Bupati setempat.

Mahasiswa menuntut pemerintah daerah untuk memberi kejelasan soal pembangunan relokasi RSUD M Zein Painan yang masih terbengkalai.

Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan aspirasi menolak RUU KUHP, RUU KPK serta soal pemerhatian pemerintah terhadap masyarakat minang, khususnya Pesisir Selatan yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua.

Kordinator lapangan (Korlap) aksi demontrasi, Ardiansyah Kurniawan (25) mengatakan pejabat jangan hanya berdingin dan bermewah digedung megah.

Pemerintah harus mampu menyelesaikan persoalan-persoalan daerah yang menyangkut kepentingan publik. Salah satunya tentang polemik RSUD M Zein Painan.

"Jika pembangunannya dihentikan, lantas bangunan itu akan dijadikan apa"jelasnya.

Mahasiswa menyesalkan uang yang dikucurkan sebanyak Rp. 99 Miliar guna pembangunan relokasi RSUD M Zein belum bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.

Justru itu, mahasiswa meminta kepada Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni memberikan penjelasan dan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Sia-sia adalah pekerjaan setan, bukan pekerjaan Bupati" Tulis mahasiswa dalam kertas karton.

Mereka berharap pembangunan RSUD M Zein Painan dapat dilanjutkan kembali. Jikapun nanti berdasarkan hasil audit tidak bisa dilanjutkan, pintanya bangunan yang sudah mencapai 80 persen itu dapat dialihfungsikan untuk pemanfaatan yang lain.

"Sayang rasanya, bangunan yang bagus tapi tidak bisa dimanfaatkan"ujarnya.

Diketahui, gedung baru RSUD M. Zein Painan dibangun melalui pinjaman Pemkab Pessel pada PIP sebesar Rp99 miliar, berdasarkan Perda nomor 4 tahun 2013, tentang Pinjaman Pemerintah Daerah Pada PIP.

Dari dana tersebut Rp96 miliar dipakai untuk konstruksi. Sedangkan sisanya yang sebesar Rp3 miliar digunakan sebagai biaya pengadaan peralatan kesehatan.

Saat ini progres pembangunan telah mencapai 80 persen. Namun, biaya yang diberikan pada kontraktor baru sebesar Rp32 miliar atau sekitar 30 persen.

Sedangkan sesuai kesepakatan dalam Perda, Pemkab dibebankan bunga 9,5 persen per tahun, dengan tenor pinajaman selama lima tahun.

Sebelumnya, Bupati Hendrajoni mengaku menghentikan sementara pembagunan RSUD M Zein Painan yang baru karna dicurigai banyak masalah.

Katanya, untuk melanjutkan atau tidaknya pembangunan itu, harus menunggu hasil audit BPKP.

Orasi mahasiswa yang lebih dominan menuntut titik terang pembangunan RSUD M Zein Painan tersebut  disambut oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Sekretaris Daerah, Erizon.

Erizon menyampaikan permintaan maaf karna Bupati Hendrajoni tidak bisa hadir memberikan keterangan langsung soal tuntutan mahasiswa.

"Pak Bupati kita, sekarang lagi di Jakarta di Kementerian PUPR tengah membahas soal abrasi Pantai yang melanda Kampung Muaro di Batangkapas"ujarnya

Meski begitu, Erizon merasa bangga dengan aksi yang digelar oleh sejumlah mahasiswa HMI. Apa-apa yang menjadi tuntutan mahasiswa itu, katanya nanti bisa diberikan waktu untuk bisa beraudiensi langsung dengan Bupati Hendrajoni.

"Saya sudah telpon, nanti kita sediakan waktunya"jelasnya.

Setelah mendengar jawaban, mahasiswa juga meminta kepada Pemkab dan DPRD Pesisir Selatan untuk berdiskusi dengan mereka di gedung Wakil Rakyat untuk menyampaikan unek-unek yang belum tersampaikan.

Aksi mahasiswa selesai sekitar pukul 12. 00 Wib. Usai itu, mahasiswa kembali pulang.(niko).

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *