BPJS KETENAGAKERJAAN


Promo Novel

Sarlem Jus

Alexandre Cristie

Karangan Bunga Nadiem Makarim untuk Sekolah Ambruk Pasuruan

Bangunan sekolah yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (5/11/2019). Seorang guru dan seorang siswa tewas, sementara 11 siswa lainnya mengalami luka-luka. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/pd.)

Jakarta, Kupasonline  -- Aktivitas belajar mengajar di SDN Gentong, Kota Pasuruan berhenti total dalam sepekan sejak Rabu (6/11). Keputusan penghentian kegiatan belajar setelah atap kelas ambruk dan menewaskan seorang pelajar dan guru, kemarin.

Dilansir dari Antara, garis polisi masih terlingkar di luar gedung sekolah yang mengalami atap ambruk. Sejumlah karangan bunga berjejer di depan sekolah. Ada karangan bunga dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, hingga papan bunga dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Infonya diliburkan selama sepekan," kata Iwan, salah satu orang tua siswa di SDN Gentong.

Sementara itu, Relawan Taruna Siaga Bencana Pasuruan, Muhammad Ghazali mengatakan para anggota relawan akan melakukan penjagaan di sekolah tersebut selama masa libur.

Ia menjelaskan kemungkinan pada Senin pekan depan sekolah akan kembali normal saat melaksanakan proses belajar mengajar.

"Kalau hari ini untuk siswa sendiri masih libur," katanya.

Sebelumnya, dua orang meninggal dunia terdiri dari satu siswa dan guru serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka akibat atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, runtuh pada Selasa (5/11) pukul 08.30 WIB.

Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan, terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B.

Komisi E DPRD Jawa Timur meminta pemerintah lebih serius memperhatikan infrastruktur bangunan sekolah-sekolah.

"Jangan ada lagi peristiwa serupa sehingga pemerintah di daerah harus lebih serius mengawasinya," ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih, Rabu (6/11).

Menurut dia, atap sekolah yang ambruk secara tiba-tiba justru menimbulkan banyak pertanyaan. Dia berharap polisi mengusut tuntas sehingga diketahui penyebabnya.

"Saat mendengar kabar itu, kami di dewan sedang rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan Jatim. Saat itu pula kami mendoakan dan mengirim Al-Fatihah terhadap peristiwa tersebut," ucapnya. (*/wan)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *