BPJS KETENAGAKERJAAN


Promo Novel

Sarlem Jus

Alexandre Cristie

Maulid Dan Mencintai Rosulullah

Oleh Ai Hamzah

Maulid demi maulid sudah seringkali dilewati. Ritual tertentupun sudah berulangkali dilaksanakan. Masyarakat begitu suka cita dan banyak cerita dengan adanya acara maulid. 

Dibeberapa daerah khususnya di Bogor, maulid ini disambut dengan meriah, masyarakat berlomba-lomba memberikan sedekah terbaiknya saat acara maulid. Mereka tidak kenal lelah dan biaya dalam menyambut maulid. Dikerahkan segala kemampuan untuk bisa mengikuti acara maulid. Bahkan sampai-sampai meminjam uang sekalipun.

Ketika maulid berlangsung, masyarakat membawa sedekah terbaiknya ke mesjid-mesjid, berupa sekian nasi, sekian lauk dan sekian sayurnya. Bagi mereka yang memberikan sedekah yang terbanyak maka akan terpandang. Ghiroh yang luar biasa ketika masyarakat menyambut maulid, dalam rangka menyambut kelahiran orang yang sangat mulia, pembawa risalah Islam Muhammad SAW.

Sudah sepatutnya memang bagi muslim merasa senang dan suka cita dengan keberadaan Rosulullah SAW.  Kecintaan kepada Rosulullah ini merupakan salah satu pembuktian keimanan bagi seorang muslim. Tentunya bukan cinta sembarang cinta, cinta yang hanya dimulut saja, tetapi cinta yang sebenarnya, nyata dan sempurna.

Para sahabat Rosulullah senantiasa berlomba-lomba menunjukkan kecintaan meraka kepada Rosulullah SAW. Mereka selalu dan biasa mendahulukan Rosulullah SAW diatas segala urusan dan kepentingan mereka, bahkan kepentingan keluarga dan kerabat mereka. Masyaa Allah...

Kecintaan yang nyata yaitu kecintaan yang hakiki. Kecintaan kepada Rosulullah SAW sekaligus menjadi bukti cinta kepada Allah SWT. Begitupun sebaliknya, kecintaaan kepada Allah SWT harus dibuktikan dengan mengikuti dan meneladani Rosulullah SAW, yaitu dengan mengikuti risalah yang dibawanya dinul Islam.

Kecintaan yang hakiki kepada Rosulullah adalah kecintaan yang melahirkan ketaatan. Karena ketaatan ini merupakan bukti dari kecintaan. Firman Allah dalam Al Quran:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali ‘Imran: 31).

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkan”. [Al-Hasyr/59 : 7]

Oleh karena itu, jikalau seorang muslim mencintai Rosulullah SAW maka seluruh hidupnya disibukkan dengan bentuk ketaatan kepada Allah dan Rosul Nya.
Dan untuk menjaga kecintaan kepada Rosulullah SAW agar tidak terjebak dengan kecintaan yang semu, yaitu bukan cinta yang nyata, maka ada beberapa hal yang harus umat Islam perhatikan:
1. Tanamkan pada diri seorang muslim bahwa Rosulullah SAW adalah suri tauladan, sehingga akan muncul ketaatan.
2. Tetapkan bahwa Rosulullah SAW adalah idola.
3. Terus mengenal Rosulullah SAW dengan mempelajari sejarah dan sirohn Nabawiyah.
4. Tetap dan selalu menjaga warisan  Rosulullah SAW, yaitu amar ma'ruf nahi munkar.

Maka ketika maulid tiba, seharusnya akan terus bertambahlah kecintaan kepada Rosulullah SAW. Maka dengan bertambahnya kecintaan itu akan bertambah pula ketaatan terhadap Rosulullah SAW. Ketaatan dalam bentuk tunduk akan semua aturan Allah SWT.

Wallahu A'laam(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *