Sinabang, Kupasonline -- Dua pasangan mesum disampaikan Ketua LPK Rivi Hamdani yang turun ke lapangan berinitial Iw, NW, MD KA di Desa Busung Indah ditangkap oleh Babinsa dan Pemuda Desa pada dini hari Minggu (17/11). Adapaun IW alias Irwansyah adalah pembela Bupati Simeulue Erli Hasim yang juga tersandung Video Amoral.

Babinsa Serda Liana Supriatna kepada media di Halaman Kantor Desa Busung Indah menyatakan awalnya mereka mendapat informasi ada dua pasang yang pacaran di sebuah resort kosong.

Lalu dia dan dua warga memastikan informasi itu dengan mengintip dari jendela dan mereka melihat dua pasangan itu di dua kamar yang berbeda dalam keadaan berhubungan seperti suami istri.

Lalu dia dan kawannya memanggil Pemuda setempat dan warga setelah itu baru mereka membuka paksa pintu kamar.

Kepala Desa Busung Indah, Munawar kepada Media mengaku tidak berani menyelesaikan malam itu selain sudah larut hingga pukul 03:00 WIB juga wali wanita masing masing tidak hadir dan juga kepala desa para pelaku.

"Saya takut menyelesaikan di desa semalam karena saya takut terjadi masalah di belakang hari. Misalnya wanitanya hamil lalu saya dituntut wali mereka," jelas Munawar.

Pagi itu Kepala Desa Busung Indah, Munawar telah mengundang Kepala Desa Suka Karya, Sinabang, Kepala Desa Luan Balu, Kepala Desa Labuah dan semua sudah hadir namun karena salah seorang istri dari yang tertangkap menolak diselesaikan di Desa, masalah dilimpahkan ke Polsek Simeulue Timur.

Wanita yang mengaku bernama Siti Mahkfira Umi dengan duduk di atas Meja di Kantor Desa Busung Indah kepada para aparat desa yang hendak menyelesaikan di desa agar hal itu di angkat ke Polres dan WH.

"Saya istri sahnya Irwansyah. Saya tidak mau masalah ini di selesaikan di Desa, saya mau hal ini di angkat ke Polres dan WH. Karena kelalukan itu bukan kelakuan manusia lagi tapi seperti iblis," jelas ibu yang beranak lima itu.

Atas desakan Siti Mahkfira Umi akhirnya kasus yang semula hendak diselesaikan di desa dibawa ke Polsek Simeulue Timur.

Babinkamtibmas Desa Busung Indah Bukhari mengaku saat malam penangkapan dia tidak tempat karena dia tinggal di desa lain.

Namun paginya sekira pukul 09:00 WIB pagi. Bhabinkamtibmas di SMS oleh Kades Busung Indah untuk menyelesaikan kasus penangkapan dua pasangan orang bukan suami istri.

Menerima itu Dia langsung meluncur ke kantor desa dan melihat sudah ramai oleh aparat desa dan masyarakat.

Pantauan Waspada di kantor Desa tidak nampak kedua pasang yang ditangkap Babinsa dan masyarakat malam itu. 

Namun menurut Babinsa ke dua pasang itu berasal satu dari Desa Luan Balu, Desa Suka Karya, Desa Labuah dan Desa Latak Ayah.

Kapolsek Simeulue Timur, Iptu. D. Aritonang yang dikonfirmasi Wartawan melalui telpon membenarkan kasus itu telah dibawah ke Polsek namun karena di Polsek tidak ada Unit PPA maka kasus itu di bawah ke Polres.

Saat ditanya posisi para pelaku kenapa tidak desa juga tidak tahu namun sedang berusaha menghadirkan mereka ke Polres.

Sebuah informasi layak di percaya menginformasikan ada oknum yang hendak meredam kasus itu karena sohib dengan seorang oknum pejabat pulau itu ditolak banyak pihak.

Selain penolakan dari seorang istri pelaku juga oleh Imam Chik Desa Busung Indah, Kenedy, berharap Syariat Islam ditegakkan di Simeulue.

"Semua yang mesum harus dicambuk," jelas Kendy diaminkan sejumlah tokoh masyarakat di kantor desa itu.


Foto Suasana penanganan kasus mesum di Kantor Desa Busung Indah, sebelum dilimpahkan ke Polsek dan Polres, Siti Makhfira Umi istri seorang pelaku Mesum duduk di Meja. Minggu (17/11).(agm/red)
 
Top
/* Pengunci navbar*/