BPJS KETENAGAKERJAAN


Promo Novel

Sarlem Jus

Alexandre Cristie

UMSB Gelar wisuda ke 65 Siapkan Lulusan untuk Percepatan Menyonsong Era Digital 4.0

UMSB Gelar wisuda ke 65
Siapkan Lulusan untuk Percepatan Menyonsong Era Digital 4.0


Dr. Riki Saputra, MA Rektor UMSB saat sidang senat terbuka pelantikan wisudawan ke_ 65. Hari Pathikawa


Padang, Kupasonline- Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menggelar wisuda ke-65 gelombang II tahun akademik 2018/2019 di Convention Hall UMSB Kampus I Padang, Sabtu (2/10). Dengan jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 278 mahasiswa dengan 28 prodi dan 12 fakultas.

Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra, MA menjelaskan dihadapan wisudawan, Dengan status baru wisudawan sebagai alumni, hendaknya dapat berkontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan, baik untuk fakultas maupun Universitas Muhammadiyah Sumbar. Pungkas Rektor penuh inovatif ini

Selain itu, wisuda kali ini juga adanya pemaparan orasi ilmiah oleh  Alumni Kyushu University yang juga Dosen UMSB, Dedi Satria, Ph. D. Ini yang kita banggakan.
"alumni sangat berperan terhadap peningkatan akreditasi prodi dan institusi. Di samping itu Alumni juga sangat membantu dalam promosi Universitas Muhammadiyah Sumbar ke masyarakat," kata Riki Saputra dosen termuda ini.

Dilanjutkannya, saya sangat menyokong kemajuan UMSB dan berharap UMSB nantinya bisa menjadi kampus favorit di Sumbar bahkan Indonesia nantinya. Pintanya

Ketua LLDikti Wilayah X, yang diwakili oleh Jamurin, SH, MH mengatakan, UMSB sudah banyak dan turut berkontribusi  dalam perbaikan pendidikan di Sumbar, apalagi dunia saat ini menuntut wisuda untuk kreatif dan tidak mengharapkan penuh untu kerja sebagai ASN namun mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Paparnya

Lebih jauh dipaparkan Jamurin, Lulusan UMSB harus mampu menguasai bahasa asing dan penggunaan teknologi informasi dalam mengikuti perkembangan dunia yang begitu cepat dan saya yakin sarjana UMSB mampu bersaing di era globalisasi, berkopetensi di bidang pemabungunan sesuai bakat dan minat. 



" perkuat softskill, dengan adanya softskill maka para mahasiswa dapat berinteraksi sosial dengan baik dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya". 

Selanjutnya menurut Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. H. Zamah Sari, M.Ag menyampaikan, Muhammadiyah mendirikan lembaga pendidikan tingginya sebagai lembaga pendidikan kader, tujuannya diharapkan setelah menyelesaikan studi, para sarjana benar-benar menjadi kader tumpuhan harapan bangsa dan umatnya yaitu kader yang beriman, berakhlak, berilmu dan terampil serta bermanfaat ditengah-tengah masyarakat, Ungkapnya. (hri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *