BPJS KETENAGAKERJAAN






Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur, Pria Ini Diciduk Polisi

Pelaku usai diinterogasi petugas

Raha, Kupasonline - Setelah dua pekan melarikan diri , akhirnya KH (21) berhasil diciduk anggota Polres Muna. Warga Desa Tampunabale Kecamatan Pasikolaga Muna ini, ditangkap akibat diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur.

Kapolres Muna, AKBP Debby Nugroho  melalui  Kasat Reskrim, AKP Muh Ogen Sairi mengatakan pada hari Kamis tanggal 05 Desember 2019  sekitar pukuk 17.00 wita telah di lakukan penangkapan terhadap seorang lelaki inisial KH di kediamannya dengan tanpa ada perlawanan.

Menurut Muh Ogen bahwa  KH yang diduga melakukan tindak pidana setubuhi anak dibawah umur dan atau perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang terjadi sekitar ahir bulan Oktober tahun 2019 sekitar pukul 13.00 wita sampai dengan pada hari Minggu tanggal 24 November 2019 sekitar pukuk 02.00 wita, bertempat di Desa Tampunabale  Kecamatan Pasikolaga Muna. telah menyutubuhi korban sebanyak 2(dua) kali dan berbuat cabul sebanyak 1(satu) kali.

"Adapun yang di lakukan tersangka adalah dengan cara awalnya korban sebuat sam Mawar (nama samaran, red) pelajar SMP pulang dari sekolah bertemu dengan tersangka di tengah hutan,  tiba-tiba tersengka memeluk korban kemudian membawah korban masuk di dalam hutan. Setelah itu tersangka menyuruh korban membuka baju sekolahnya. Kemudian korban dibaringkan diatas tanah lalu tersangka membuka celana dalam korban dan menyetubuhi korban sampai mengeluarkan (naaf) air spermanya,"Kata Kasat Senin siang (9/12/2019).

Kemudian yang kedua kalinya korban dijemput lagi dengan motor kemudian dibawa masuk di dalam hutan dan korban dikasih baring lagi di tanah oleh tersangka. Kemudian disetubuhi lagi sampai mengeluarkan air sperma l.

Beberapa hari kemudian korban di jemput lagi dengan menggunakan motor lalu tersangka menghentikan lagi mototnya di tengah hutan. Namun saat itu korban langsung loncat dari atas motor dan melarikan diri.

Kemudian pada hari Minggu tanggal 24 november tahun 2019 sekitar pukul 02.00 wita korban tidur dirumah neneknya dimana pada waktu itu tersangka tidur dirumah tersebut bersama dengan istrinya.

Pada sekitar pukul 02.00 wita, tersangka masuk dalam kamar korban kemudian tersangka merabah rabah kelamin korban namun tersangka berhenti merabah kelamin korban karena dilihat oleh istri tersangka, sehingga tersangka berhenti dan keluar dari dalam kamar dalam keadaan telanjang.. Dengan kejadian tersebut, keluarga korban langsung melaporkan ke polisi.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2)  subs pasal 82 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 ttg perlindungan anak jo Pasal 64 KUHP, ancaman hukumannya 15 tahun keatas.

"Berdasarkan  laporan Polisi Nomor : LP/13/XII/Sultra/Res Muna/Sek Pure, Tgl 05 Desember 2019, Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP. Sidik / 13 / XII /2019/Reskrim sek,  tanggal  05 Desember 2019, Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP. Kap/15/XII/2019/Reskrim sek, tgl 05 Desember 2019, maka tersangka kita tangkap dan amankan di Mako Polres Muna untuk pemeriksaan selanjutnya,"pungkasnya. (mdn)

Previous
« Prev Post

Berita Lain: