BPJS KETENAGAKERJAAN


Promo Novel

Sarlem Jus

Alexandre Cristie

Guru Pejuang Lahirkan Generasi Cemerlang dan Peradaban Gemilang

Oleh: Asep Lesmana Sanjaya, S.Pd

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama yang menentukan maju mundurnya peradaban suatu bangsa dan negara. Meski pun demikian, pendidikan dan bidang kehidupan lainnya ibarat sebuah mata rantai yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga, kondisi pendidikan di sebuah negara akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan situasi politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk ideologi yang diemban oleh bangsa dan negara tersebut.  

Ada yang berpendapat jika ingin melihat maju tidaknya suatu negara, maka tengoklah kualitas pendidikannya. Bila kita cermati fakta di lapangan, memang ada korelasi positif antara kualitas pendidikan dengan kemajuan yang dicapai suatu negara. Pendidikan yang baik akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan mampu membawa perubahan penting bagi negara tersebut.

Pasang surut kualitas pendidikan di Indonesia ditandai dengan bergantinya kurikulum dari masa ke masa. Tercatat sudah 11 kali sejak tahun 1947 hingga saat ini kurikulum kita mengalami perubahan.  Hal ini seolah menambah kebenaran pameo di dunia pendidikan yaitu ganti menteri ganti kurikulum. Dan yang  paling terkena dampak dari perubahan kurikulum adalah para guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan. Di satu sisi, mereka harus cepat tanggap terhadap perubahan kurikulum yang ditetapkan pemerintah, dan di sisi lain para guru juga mesti responsif terhadap perubahan jaman serta kondisi fisik dan psikis peserta didik. Belum lagi beragam tanggapan dari orang tua yang muncul sebagai imbas dari perubahan yang terjadi. 

Ibarat pepatah “pelaut yang ulung tidaklah lahir dari lautan yang tenang”, maka begitu pula para guru yang tangguh dan bermental pejuang tentunya akan lahir dari situasi dan kondisi yang penuh tantangan. Di tengah pusaran masalah kehidupan pribadi dan keluarga yang mendera, para guru juga dituntut untuk menyelesaikan setumpuk berkas administrasi serta mencari solusi dari beragam permasalahan peserta didik. Dalam hal ini, kedewasaan dan kebijaksanaan para guru sangat diperlukan agar semua problematika yang ada dapat diselesaikan dengan baik.

Menurut penulis, guru pejuang paling tidak harus memiliki beberapa kriteria yaitu:
memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan akidah islam
memiliki cara pandang yang visioner untuk mencetak generasi yang cemerlang serta peradaban yang gemilang
memiliki idealisme dan komitmen untuk memajukan dunia pendidikan
memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional (berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) 
memiliki empat skill abad 21 yaitu communication, collaboration, critical thinking dan problem solving 
Untuk mencetak guru pejuang, harus di dukung oleh sebuah sistem manajemen sekolah yang kondusif. Guru pejuang juga tidak akan muncul tiba-tiba tanpa suatu proses pembinaan yang intensif. Tanpa keberadaan sistem dan pembinaan tersebut, guru akan merasa berjuang sendirian dan kesulitan untuk mewujudkan visi misinya. Sehingga, peran pimpinan sekolah serta stakeholder lainnya sangat penting dalam mencetak guru-guru pejuang.

Potensi melahirkan generasi cemerlang dan peradaban yang gemilang melalui tangan-tangan guru pejuang sangatlah besar. Saat ini, tercatat sekitar 3,1 juta guru di Indonesia. Seandainya saja seluruh guru ini terkategorikan guru pejuang, insya allah lahirnya generasi cemerlang dan peradaban gemilang bukan lagi sekedar khayalan. 

Semoga spirit hijrah yang sekarang sedang semarak di negeri ini, menular ke guru-guru Indonesia sehingga tumbuh semangat perubahan diri ke arah yang lebih baik. Tanggung jawab besar ada di pundak guru-guru yang sudah memiliki mental pejuang untuk sama-sama merangkul rekan-rekan seprofesi untuk menyamakan frekuensi, visi dan misi dalam rangka melahirkan generasi penerus yang cemerlang demi tegaknya sebuah peradaban yang gemilang. Dan peradaban gemilang yang kita dambakan  itu tentunya peradaban yang ada dalam keberkahan dan ridho Allah SWT serta mampu menjadi rahmat bagi semesta alam. Wallahu’alam.

Bandung, November 2019(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *