BPJS KETENAGAKERJAAN


Promo Novel

Sarlem Jus

Alexandre Cristie


Padang, Kupasonline -- Saat ini kita sadar telah diserang oleh penyakit sangat luar biasa dapat merusak generasi muda, kemajuan tehnologi dan globalisasi informasi bisa membuat penyakit itu semakin semakin berkembang.Jika kita tidak melakukan perubahaan besar maka diperkirakan 30 - 40 tahun kedepan bangsa ini tidak akan seperti ini lagi, karena generasi mudatidak mampu menghadapi tantangan ini. 

Hal ini disampaikan Ketua Kwarda Sumatera Barat H. Nasrul Abit dalam Acara Pembukaan Kegiatan Kursus Mahir 

Tingkat Dasar (KMD) bagi Anggota Pramuka Golongan Penegak dan Pandega se Sumatera Barat Tahun 2019, di Kantor Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumbar, Selasa malam (3/12/2019).

Lebih Lanjut Nasrul Abit, mengatakan, penguat jatidiri anak bangsa, rasa imam dalam beragama dan mampu berpikiran luas dan menguasai teknologi, merupakan modal kuat generasi muda kita untuk bersaing unggul di era masa datang. 



"Generasi muda kita mesti mempertahankan nilai-nilai budaya yang kita anut karena itu jatidiri kita, taat beragama dan menguasai teknologi. Jangan sampai kemajuan teknologi dan globalisasi ini terbawa arus, hendaknya generasi kita mengendalikan arus perobahan zaman itu", serunya. 

Ketua Kwarda ini juga menyampaikan, menaruh harap penuh kepada 

generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa, generasi calon pemimpin-pemimpin bangsa, yang merupakan tombak kemajuan suatu bangsa, karena generasi muda nanti yang meneruskan bangsa ini. 

" Kita berharap kepada adik-adik Anggota 

Pramuka Penegak dan Pandega Se Sumatera Barat untuk tetap menggali pengetahuan yang mendidik karakter dan pengetahuan umum, karena karakter generasi muda mencerminkan karakter suatu bangsa.

Kenapa perperangan di Palestina yang paling banyak korbannya anak muda hingga belita, itu merupakan strategi jahat untuk menghancurkan bangsa, karena generasi muda merupakan jantung dari suatu bangsa", ujarnya. 

Nasrul Abit juga katakan,  begitu juga dengan NAPZA dan obat terlarang, penyimpangan prilaku sek, sek bebas dan aborsi, terjadinya pergaulan bebas, tawuran dan kekerasan, serta kriminalitas remaja.

 " Ini semua merupakan penyakit yang menyerang generasi muda saat ini, dan kita Anggota Pramuka harus membrantas ini 

semua, tidak hanya generasi muda namun juga semua kalangan yang di Sumatera Barat, mari kita bersama-sama untuk Mendeklarasikan Menolak Serangan Penyakit Generasi Muda saat sekarang ini", tegasnya. 

Ketua Kwarda juga sampaikan,  pendidikan kepramukaan juga mempunyai 

peran penting dalam pendidikan karakter bangsa dan pendidikan nasionalisme (patriotisme), serta menumbuhkembang jadi diri bangsa Indonesia yang 
berbudaya luhur harus kita bangkitkan kembali.

"Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal 

akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh Peserta didik dalam keluarga, dan pendidikan formal di 
sekolah.

 Hal ini mengingat pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter, Sebagai Anggota Pramuka yang terlatih, generasi punya potensi yang besar untuk dapat mengisi kehidupan dengan cara 
berbakti kepada orangtua, guru dan rajin belajar serta beribadah dengan baik. 
Bahwa dalam dada setiap anggota 
Pramuka, telah terpatri dengan utuh Tri Satya dan Darma 
Pramuka", ujar Nasrul Abit bersemangat.(*/wan) 

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *