Mentawai, kupasonline.com--  Pelatihan bagi Pelatih Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten kepulauan Mentawai Sesui dengan Kurikulum Standar Kelulusan Kompetensi Nasional (SKKN) di Pusat, Jakarta. 

Hal tersebut dikatakan Kepala Markas PMI Provinsi Sumatra barat, Hidayatul Irwan kepada Wartawan di Hotel Turonia, Desa Tuapejat Km-5, kecamatan Sipora utara. Senin, (9/12/2019). Pelatihanelatih Palang Merah Indonesia (PMI) Mentawai merupakan bentuk mewujudkan kandungan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2019 tentang peraturan pelaksanaan UUD Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan Indonesia mem[perkuat peranan PMI dalam  melaksanakan berbagai tugas.

“Kita memiliki UUD No. 1 Tahun 2019, ada 8 tugas yang diberikan negara kepada PMI salah satunya adalah melakukan Pendidikan dan Pelatihan. Artinya kegiatan ini merupakan Amanat UUD,” Ungkap Pelatih atau Kepala Markas PMI Provinsi Sumatra barat. 

Ia menambahkan UUD dan PP itu diadobsi oleh Pusdiklat PMI terkait Materi dan Kurikulum sesui dengan Standar Kelulusan Kompetensi Nasional (SKKN). Maka dari itu Pelatihan yang dilaksankan di kabupaten kepulauan Mentawai seimbang dengan Pelatihan yang diadakan di Pusdiklat PMI di Jakarta.

Pelatihan selama 6 hari terhitung pada 8 sampai 13 Desember 2019 diikuti sebanyak 30 Relawan PMI Mentawai. 

Sementara itu Kepala PMI kabupaten kepuluan Mentawai, Hendri Satoko mengatakan PMI Mentawai telah banyak terlibat pada berbagai bentuk kegiatan rutinitas diantaranya, Apabila ada Bencana memberikan pertolongan dengan BPBD dan Basarnas Mentawai.

“Tugas PMI itu memberikan  perlindungan kepada Rumah Sakit untuk melakukan Aktifitas donor darah, jadi bukan PMInya yang melaksanakan tugas Donor darah. Lalu PMI juga bekerjasama dan  memberikan Edukasi kepada Instansi saat mengadakan acara Donor darah,” sebut Hendri.

Dikatakannya, meskiput saat ini alat yang digunakan PMI Mentawai masih dalam Kategori Standar, namun sudah dapat membantu Masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini Sarana dan Prasaran PMI masih terbatas. Pasalnya PMI masih memiliki 1 Markas yang di isi dengan berbagai Fasilaitas seperti Radio, Tenda dan alat-alat Kesehatan PMI kabupaten kepulauan Mentawai dalam memberikan pertolongan pertama.

Disebutkan Hendri Satoko jumlah keseluruhan Anggota Markas PMI yang berada di Jl. Raya Tuapejat Km-9, Desa Sipora Jaya, kecamatan Sipora utara kabupaten kepulauan Mentawai berjumlah sekitar 30 Orang lebih.

Untuk kedepan  ia berharap PMI Mentawai memiliki Unit Donor darah sendiri, Gedung dan alat-alat pendukung. Namun pihaknya tetap berupaya agar PMI Mentawai dapat berkembang dan dapat memeberikan yang terbaik bagi Masyarakat Mentawai.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, PMI merupakan lembaga Sosial untuk membantu Pemerintah dalam berbagai hal. Salah satunya Pelayanan darah.

“Tentunya dalam Pelayanan darah ini PMI bersinergi dengan Rumah Sakit untuk membangun Bank darah di Rumah Sakit, Unit Tranmisi darah di rumah sakit, unit donor darah dari PMI,” kata Lahmuddin.

Menurutnya untuk mengatasi beberapa masalah yang dialami dibeberapa tempat, perlunya menyiapkan Orang sebagai Pendonor darah. Jadi apabila darah tidak dibutuhkan oleh Pasien, darah tidak tersimpan lama.

“Darah dapat lama disimpan  tergantung jenis darah orang dan tempat penyimpanannya,” paparnya.(ash)
 
Top
/* Pengunci navbar*/