Stop Penghinaan Terhadap Nabi dengan Khilafah


Oleh : Ummu Qutuz
(Aktivis Pergerakan Muslimah dan Member AMK)

Terjadi lagi penghinaan terhadap Nabi, dengan mengatakan bahwa Nabi itu rembes (tak terurus, belekan, kumuh) dari mulut seorang Muwafik. Setelah sebelumnya Busukma sesumbar yang mempertanyakan kontribusi beliau bagi negeri ini. Ungkapan lancang ini merupakan penistaan yang luar biasa.

Mengapa penistaan demi penistaan terhadap Nabi terus berulang? Karena banyak muslim dan tokoh-tokoh muslim yang bungkam diam seribu bahasa. Mereka berpikir dengan diam dan bersabar ketika Nabi Saw. dinista adalah sebuah kebaikan. Padahal dengan bungkamnya mereka, membuat para penista itu semakin menjadi-jadi. Mereka berdosa karena telah mendiamkan kemungkaran.

Imam Syafi'i menyindir pada orang yang diam saat agamanya dihina, "Siapa yang dibuat marah tapi tidak marah maka ia adalah keledai" (HR Baihaqi).

Ulama besar Buya Hamka pun menyatakan, orang yang tidak marah ketika agamanya dihina seperti orang yang sudah mati. "Jika kamu diam saat agamamu dihina gantilah bajumu dengan kain kafan."

Penghinaan terhadap Nabi Saw. terjadi karena prinsip kebebasan berbicara yang diberikan oleh sekuler-liberalis. Mereka memberi jalan kepada para pendengki untuk terus menyerang islam. Mereka dilindungi oleh peraturan dan orang-orang yang bersekongkol dengan mereka.

Bagi orang Islam, hukum menghina Rasul jelas haram. Pelakunya dinyatakan kafir. Hukumnya adalah hukuman mati. 
Al Qodhi Iyad menuturkan, ini telah menjadi kesepakatan di kalangan ulama dan para imam ahli fatwa. Mulai dari generasi shahabat dan seterusnya.

Ibnu Mundzir menyatakan mayoritas ahli ìlmu sepakat dengan sangsi bagi orang yang menghina Nabi Saw. adalah hukuman mati. Ini merupakan pendapat Imam Malik, Imam Al Laits, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ishaq bin Rahawih dan Imam As Syafi'i (lihat: Al Qodhi Iyadh,Asy Syifa bi Tarif Huquq al Musthofa, hal 428).

Kemuliaan Nabi tidak dapat dilindungi jika umat tidak memiliki pelindung yang kuat. Dulu khilafah Utsmaniyah sanggup menghentikan rencana pementasan drama karya Voltaire yang akan menista kemuliaan Nabi Saw. Saat itu Sultan Abdul Hamid II langsung memperingatkan kerajaan Inggris yang tetap bersikukuh akan mengizinkan pementasan drama murahan tersebut.
Sultan berkata: "Kalau begitu, saya akan mengeluarkan perintah pada umat Islam dengan mengatakan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul kita ! Saya akan mengobarkan jihad akbar !" 
Kerajaan Inggris pun ketakutan. Pementasan dibatalkan. 

Sungguh, saat ini umat membutuhkan pelindung yang agung yang tiada lain adalah Khilafah. Karena Khilafahlah satu-satunya yang dapat menghentikan penghinaan terhadap Nabi dan Agama Islam.  Allahu Akbar !

Wallahu'alam bishshawab(*)
Label: ,

Post a Comment

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.