BPJS KETENAGAKERJAAN






Proyek Perkerasan Base Couse B Dana Desa Alue Gadeng Sa Dinilai Dibuat Asal Jadi

Lokasi proyek pekerjaan pekerasan jalan desa Alue Gadeng Sa  kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur

Aceh Timur, Kupasonline -- Proyek pekerjaan base couse B jalan desa Alue Gadeng Sa Kec. Birem Bayen, Kab. Aceh Timur, Prov. Aceh diduga ‎kuat di buat Asal jadi dan tidak memenuhi unsur perencanaan anggaran biaya (RAB)  hal itu disenyalir memiliki beberapa faktor penyebab, Antara lain, Pertama ketidak-sesuaian standard mutu lapisan perkerasan jalan, kesalahan perencanaan dalam hal penentuan tebal lapisan perkerasan jalan.‎ Dua, faktor pertama tersebut kunci utamanya adalah pada jasa konsultan dan usaha jasa konstruksi,Sedangkan faktor ketiga sangat sulit untuk diubah karena menyangkut karakter manusia.Kamis (09/01-2020)

Lalu bagaimanakah spesifikasi teknis yang tepat pada pekerjaan pekerasan base couse sehingga dapat menghasilkan output jalan didesa setempat berkualitas tinggi. Tentunya harus mengacu pada kontrak pekerjaan dan tidak melenceng dari speksifikasi yang sudah tertuang.

Namun kali ini berbeda dengan pekerjaan bangunan pengerasan jalan sepanjang 1000 meter dengan lebar 4 meter, dengan nilai sebesar Rp. 264.092.000,00 tepatnya di Jalan Kampung Desa Alue gadeng sa Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur,  pekerjaan terkesan asal jadi juga terindikasi Terjadi mark up oleh Tim Pelaksana  Kegiatan Desa setempat. 

Dari data RAB yang awak media peroleh dari pihak suplayer base couse B, kondisi pada fisik bangunan jalan tersebut terkesan di buat Asal-Asalan dan  mudah rusak lantaran kurang memiliki daya ketahan, indikasi itu diperkuat dari keterangan suplayer terhadap jumlah kubit material base couse B. 

"material base couse B yang dibelanjakan sama kami untuk pekerasan jalan desa alue gadeng sa oleh rekanan jumlah keseluruhannya 420", dan kita tidak pernah tau kalau pada RAB jumlah kebutuhan base couse B tersebut 720". Terang suplyer yang meminta untuk tidak disebutkan namanya kepada awak media. 

Lanjut pihak suplayer,  menambahkan, memang pekerasan itu masih tampak disebagian ruas jalan, diduga jumlah kubikasi dan ukuran batu yang diturunkan tidak sesuai dengan RAB, sehingga kekuatan jalan itu tidak akan bertahan lama, juga akan mengalami kerusakan beberapa bulan kemudian. 

Sementara itu, Kasi PMG Kec. Birem bayeun,  yang tidak mau menyebutkan namanya saat ditemui awak media dikantor kecamatan setempat mengatakan sampai saat ini belum mengetahui ada hal indikasi pada pekerjaan base couse B pada desa Alue Gadeng Sa.  

Sementara Camat Birem bayeun yang pada saat itu tidak masuk kantor saat dihubungi awak media via handpon celuler mengatakan saya tidak masuk kantor karena lagi mengurus pajak mobil di idi rayeuk padahal saat itu masih dalam jam kerja. 
Namun,  Sekcam Birem Bayen, Syahnan saat ditemui awak media diruangan kerjanya,mengatakan kami dari pihak kecamatan belum menerima laporan dari masyarakat mengenai hal tersebut dan Sekcam juga membenarkan bahwa, pihaknya pendamping desa beserta kepala desa dikecamatan ini,  sangat sulit untuk diajak berkomunikasi. 

"kami aja dari pihak kecamatan sangat sulit menghubungi mereka saat ada hal mau kita jelaskan atau memberitahukan sesuatu dan ketika kita berikan sanksi terhadap dugaan kesalahan pada pengelolaan dana desa, malah mereka oknum kades marah-marah. Ujar syahnan

Geuchik (Kades)  Alue Gadeng Sa, Dadang Isnani saat awak media mau mengkomfirmasi terkait dugaan ketebalan dan volume base couse B, pada pekerasan base couse jalan desa Alue gadeng sa, yang terindikasi tidak sesuai Speak RAB, sampai saat ini masih belum bisa dijumpai, meskipun awak media sudah berusaha keras untuk menjumpainya.  Saat dihubungi, serta SMS kenomor, telepon genggamnya,
+62 821-1722-3XXX juga tidak diangkat dan membalas.  

Dihubungi terpisah, diruangan kerja Sekcam Kecamatan birem bayeun,  PLD (pendamping Lokal Desa), Zamzami, kenomor handponnya, 0821169813XX untuk komfirmasi hal yang sama dengan kedes alue gading sa, awak media juga mengalami kegagalan, karena nomor hpnya tidak aktif. 

Ditempat terpisah,  Aktifis Anti Korupsi,  Mukhsin yang kerap disapa (Abu Bara'i), saat dimintai pendapatnya terhadap prilaku pihak kecamatan, yang terkesan tidak mau tau dan peduli karena katanya mereka tidak mungkin turun setiap hari ke desa juga tidak memiliki kewenangan penuh dalam hal pengawasan pada pengelolaan dana desa.  
"Mukhsin dengan tegas menyatakan, segera evaluasi kinerja mereka yang setengah hati terhadap kepengawasan dana desa.ujar mukhsin"

Lanjutnya, peran camat sangat strategis dalam membina pengelolaan keuangan desa baik selaku SKPD yang paling dekat dengan desa, maupun selaku SKPD yang secara khusus ditugaskan oleh PP dan permendargi untuk melaksanakan binwas penyelenggaraan pemdes/ keuangan desa.PP 43/2014 Pasal 154 ayat (1)

"kita berharap kepada Bupati Aceh Timur,  segera evaluasi Camat dikecamatan birem bayen dan unsurnya bawahan terkaitnya sampai pihak pendamping lokal desa (PLD). Jika tidak segera disikapi indikasi penyalahgunaan, penyelewengan serta indikator korupsi berjamaah sangat berpeluang besar, bagi mereka didesa sampai kekecamatan.

Mukhsin menambahkan Para dewan perwakilan rakyat kabupaten (DPRK)  Aceh Timur juga jangan tinggal diam dan segera tinjau kinerja mereka dikecamatan Biren Bayeun. Pihak kecamatan terindikasi sangat berani melotarkan bahasa tidak sanggup dan tak mau peduli lagi sama para oknum kades dikecamatan setempat, Meski bagaimanapun itu tugas mereka sebagaimana telah diatur pada PP 43/2014 Pasal 154 ayat (1), Camat/ sebutan lain melakukan tugas Pembinaan dan pengawasan desa.

 "sangat berani mereka mengutarakan sikap pembodohan publik kepada insan media. Apalagi kemasyarakat biasa". Tegas geram,  Abu Bara'i. (wls) 

Previous
« Prev Post

Berita Lain: