Salah satu sekolah yang terdampak banjir di Bekasi. (ANTARA FOTO)

Jakarta, Kupasonline -- Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wisnu Aji mengatakan tunjangan khusus bagi guru yang terkena bencana alam seperti banjir akan dicairkan paling lambat April 2020.

"Insyaallah sebelum April lah paling lambat, pokoknya ya kita usahakan secepat-cepatnya ya, kita realisasikan," ungkapnya , Rabu (8/1). Dilansir dari cnn indonesia. 

Dia mengatakan Kemendikbud belum menetapkan besaran tunjangannya. Namun, Wisnu memperkirakan itu akan sama seperti yang pernah diberikan Kemendikbud terhadap guru terdampak bencana gempa di Palu dan di Nusa Tenggara Barat (NTB) lalu.

"Kalau tunjangan uang memang, ya paling enggak Rp1,5 juta besarannya, minimal itu. Kalau Pak Menteri [Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim] mengatakannya [untuk] 3 bulan ya, ya sudah kalau pak menteri sudah mengatakan seperti itu," jelas dia.

Wisnu juga menyebut tunjangan itu sudah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2020.

"Jadi itu kami punya tunjangan khusus bagi guru-guru di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T), termasuk guru di daerah terdampak bencana, tunjangannya sudah ada anggarannya, masuk situ," Wisnu menambahkan.

Ia juga mengatakan semua guru yang terdampak bencana, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS, akan mendapat tunjangan khusus dengan besaran yang sama.

"Yang penting anggarannya siap dulu, nanti kriterianya kita tentukan, bukan guru yang ada di daerah bencana ya, guru yang terdampak bencana," jelasnya.

Kemendikbud saat ini masih dalam proses pendataan guru. Pasalnya, masih ada beberapa daerah terdampak bencana yang terisolasi, dan pihaknya belum menerima informasi soal jenis kerusakan pada rumah guru terdampak bencana.

"DIPA tahun 2020 belum mulai direalisasikan ya, kita masih [melakukan] persiapan; persiapan penganggaran, persiapan juga Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA), kan kita semua masih pelaksana tugas (Plt) ini," tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan akan memberikan tunjangan khusus selama tiga bulan bagi guru terdampak bencana, saat meninjau SD terdampak bencana di Kabupaten Bogor, Senin (6/1). (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/