BPJS KETENAGAKERJAAN






Waspada DBD di Musim Hujan, Kenali Gejala dan Cara Mencegah

Banjir menjadi surga bagi nyamuk untuk berkembang biak dengan leluasa. Tak hanya itu, nyamuk juga menyebarkan berbagai penyakit, salah satunya demam berdarah. (Foto: Pixabay) 

Jakarta, Kupasonline -- Cuaca ekstrem dan banjir seperti beberapa minggu ke belakang meningkatkan risiko penyebaran penyakit, salah satunya demam berdarah (DBD) di musim hujan.

Lembaga Kesehatan Dunia WHO menyebut banjir secara tidak langsung dapat menyebabkan peningkatan penyakit yang ditularkan melalui vektor atau hewan pembawa penyakit, misalnya lalat, kutu, tikus, ular, siput air tawar, dan nyamuk.

Hujan deras dan banjir mungkin terlihat bisa mengusir perkembangbiakan nyamuk, tetapi hewan pengisap itu akan muncul kembali ketika air surut. Air yang menggenang karena hujan atau meluapnya sungai dapat menjadi surga bagi nyamuk untuk berkembang biak dengan leluasa.

Apalagi, nyamuk menyebarkan berbagai penyakit, salah satunya demam berdarah.

Melansir Antara, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 110.921 kasus demam berdarah (DBD) terjadi sepanjang 2019. Angka itu meningkat cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya dengan 65.602 kasus.

Sementara The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa 400 juta orang terjangkit DBD per tahun.

Melihat banyaknya kasus demam berdarah yang terjadi di seluruh dunia, di tahun yang sama WHO mengklasifikasikan demam berdarah sebagai penyakit tanpa disertai tanda atau gejala. Akan tetapi jika menunjukkan gejala mengindikasikan bahwa demam berdarah yang diderita tergolong parah atau serius. Bahkan jika tidak segera ditangani, demam berdarah dapat mengancam jiwa.

Demam berdarah menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan hanya nyamuk betina yang mentransmisikan virus DBD.

Nyamuk ini biasanya menyerang di siang dan petang hari, baik di dalam maupun di luar rumah. Nyamuk Aedes berkembang biak di air yang tergenang dan jarang terbang menjauh lebih dari 200 meter dari tempat berkembang biak.

Gejala demam berdarah
Seseorang yang tergigit dan terinfeksi Aedes aegypti akan merasakan satu atau lebih gejala demam berdarah, antara lain demam selama 3-7 hari, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare, ruam pada kulit, dan pendarahan mukosa (hidung dan gusi).

Jika merasakan gejala tersebut, penderita demam berdarah biasanya diharuskan untuk istirahat penuh di rumah (bed rest) sampai demamnya hilang. Biasanya demam turun setelah 3 sampai 5 hari dan sebagian besar penderita akan pulih dalam dua minggu.

Pencegahan
Sebelum telanjur terkena demam berdarah, jauh lebih baik meningkatkan kesadaran untuk membiasakan hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan membasmi tempat atau sarang perkembangbiakan nyamuk.

Pencegahan sebaiknya dimulai dari diri sendiri dan lingkungan tempat tinggal sekitar. Merangkum dari berbagai sumber, terdapat 11 langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan terhadap nyamuk Aedes aegypti dan terkena demam berdarah, antara lain:

1. Oleskan lotion antinyamuk pada bagian tubuh atau kulit untuk mencegah gigitan nyamuk. Jam rawan nyamuk menyerang berkisar pukul 16.00-19.00. Tapi jangan oleskan di permukaan yang luka atau lecet, dekat mata dan mulut. Setelah itu jangan lupa untuk mencuci tangan.

2. Kenakan celana panjang dan baju lengan panjang untuk menutupi kulit Anda.

3. Pasang kelambu atau kasa nyamuk di tempat tidur, terutama untuk bayi.

4. Hindari menggantung terlalu banyak pakaian bekas pakai karena nyamuk menyukai aroma keringat manusia.

5. Semprotkan obat pembunuh serangga di sudut-sudut gelap dalam rumah seperti di kolong tempat tidur, sofa, maupun di balik tirai.

6. Tutup semua wadah dan hindari genangan air seperti ember buangan AC, penadah hujan. Untuk bak mandi, kuras setidaknya seminggu sekali untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di dalam rumah.

7. Gemburkan tanah pada pot untuk mencegah tergenangnya air.

8. Kubur barang-barang yang dapat menampung air seperti plastik, ban bekas, drum, batok kelapa, pot, kaleng atau botol bekas yang sudah tak terpakai.

9. Pangkas pohon yang terlalu rimbun, buang semua daun yang berguguran dan sampah yang menumpuk, serta bersihkan kotoran yang menyumbat di talang atap.

10. Tabur insektisida pembunuh serangga di selokan dan talang atap.

11. Segera bersihkan rumah setelah banjir surut agar menghindari lembap, tumbuhnya jamur, dan bersarangnya nyamuk.

Obat alami untuk menyembuhkan demam berdarah
Ada solusi yang bisa dilakukan untuk membantu memulihkan demam berdarah di musim hujan, salah satunya dengan pengobatan rumahan. Berikut 7 resep obat rumahan yang populer dan efektif untuk mengatasi demam berdarah.

1. Air mineral

Ketika demam, tubuh kita bisa menghasilkan keringat yang dapat menyebabkan dehidrasi ekstrem. Pastikan mengonsumsi banyak cairan dan tetap terhidrasi dengan baik sekaligus mengurangi gejala sakit kepala serta kram otot. Selain itu, air juga membantu mengeluarkan racun berlebih ini dari tubuh sehingga mempercepat pemulihan.

2. Jambu biji

Sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia ketika menjenguk orang sakit pasti membawakan bingkisan jambu biji. Kandungan vitamin C pada buah berbiji banyak ini lebih tinggi dari jeruk sehingga bisa membantu mempercepat penyembuhan DBD. Anda bisa mengolahnya menjadi jus segar untuk mengobati demam berdarah. Minumlah satu cangkir jus jambu biji dua kali sehari atau bisa juga dimakan langsung.

3. Biji fenugreek

Biji fenugreek mengandung beragam nutrisi seperti vitamin C, K, dan serat yang membantu menurunkan demam dan meningkatkan kekebalan tubuh. Rendam biji fenugreek secukupnya dalam secangkir air panas. Biarkan sampai dingin dan minumlah dua kali sehari.

4. Daun pepaya
Obat lain yang sangat efektif adalah jus daun pepaya. Daun pepaya dikenal sebagai obat alami untuk demam berdarah. Daunnya memiliki campuran nutrisi dan senyawa organik yang membantu meningkatkan jumlah trombosit. Daun pepaya juga memiliki tingkat vitamin C yang tinggi sehingga merangsang sistem kekebalan tubuh. Sementara antioksidan membantu mengurangi stres dan menghilangkan racun dari tubuh.

5. Daun kemangi
Daun kemangi adalah ramuan ajaib yang tidak hanya menyembuhkan demam berdarah, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. Mengunyah 5-6 daun kemangi terbukti meningkatkan kekebalan. Daun kemangi telah direkomendasikan sebagai pengobatan Ayurveda yang efektif untuk demam berdarah. Selain itu, daun kemangi memiliki minyak esensial dengan sifat insektisida alami yang bisa mengusir nyamuk.

6. Daun mimba
Daun nimba atau neem bersifat kuratif yang bisa digunakan sebagai obat berbagai penyakit. Daun mimba bisa meningkatkan jumlah trombosit dan sel darah putih. Cukup seduh daun mimba untuk mendapatkan khasiatnya sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

7. Jeruk

Sama seperti buah jambu biji, jeruk kaya akan antioksidan dan vitamin yang membantu mengobati gejala demam berdarah di musim hujan. Jeruk juga membantu menghilangkan virus. Selain meningkatkan antibodi, jeruk juga merangsang buang air kecil sehingga melepaskan racun dari tubuh. Jus jeruk juga memperbaiki sel-sel tubuh karena mengandung vitamin C yang sangat penting dalam memproduksi kolagen. (*/wan)

Previous
« Prev Post

Berita Lain: