Banjir di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (25/2). Pengungsi banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengeluhkan batuk, pilek serta gatal-gatal. Anak-anak rentan terserang penyakit. 

Jakarta, Kupasonline -- Warga terdampak banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengeluhkan batuk dan pilek serta gatal-gatal. Penyakit itu banyak menyerang anak-anak pengungsi sejak Selasa (25/2).

Meski genangan air telah menyusut, sejumlah orang masih bertahan di posko pengungsian Masjid Universitas Borobudur. Salah satunya, Lala, warga yang enggan kembali ke rumah karena sedang sakit.


"Saya sakit dari kemarin, batuk, pilek, sesak, tapi saya enggak ke rumah sakit, cuma minum obat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com di Universitas Borobudur, Rabu (26/2).

Lala menyebut dari 1.080 pengungsi, puluhan hingga ratusan diantaranya melapor karena menderita batuk dan pilek serta gatal-gatal sejak kemarin siang.

"Anak-anak pada kena gatal-gatal badannya, yang kayak saya batuk, pilek, juga enggak sedikit," ujarnya.

Di tempat yang sama, petugas Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Fitriana yang pagi itu membuka layanan pemeriksaan warga mengatakan batuk, pilek dan gatal-gatal paling banyak dikeluhkan warga terdampak banjir di Cipinang Melayu.

"Paling banyak batuk dan pilek sama luka-luka di kaki," ujar Fitriana

Fitriana mengatakan angka penderita gatal-gatal tidak diperkirakan sebelumnya. Kini pihaknya mengalami kekurangan stok salep gatal. Kendati demikian, Fitriana mengatakan hingga pagi tadi belum ada warga yang dirujuk ke rumah sakit.

"Salep gatal sih habis, tapi ini masih diusahakan," lanjutnya.

Pihak kelurahan mencatat 1.080 orang dari 296 kepala keluarga mengungsi di Masjid Universitas Borobudur sejak Selasa (25/2) dini hari. Rinciannya sebanyak 133 balita, 39 lansia dan 860 warga usia dewasa. 

Sebelumnya, banjir melanda sejumlah titik di Jakarta setelah hujan mengguyur kawasan ibu kota sejak Senin (24/2) malam.

Menurut keterangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, banjir mengakibatkan 236 RW tergenang, 72 ruas jalan di Jakarta tergenang air tidak bisa dilalui dari total 1.522 ruas jalan, serta terdapat 74 titik pengungsian, yang dikelola DKI sebanyak 49 titik dan dikelola swadaya masyarakat sebanyak 25 titik. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/