Nur 

Belawan, Kupasonline -- Keributan di tempat awal mula kejadian di lokasi permainan judi dindong simpang kurnia kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan belawan pada tanggal 12 desember 2019 kemarin berbuntut panjang.

Pasalnya diduga pembuat keributan tersebut Ganda(26) tidak terima dipukuli oleh massa didekat sekitar lokasi, kemudian Ganda membuat laporan kamis 12 desember 2019 nomor Lp/400/XII/2020/SU/SPKT/Pel.Blwn. dengan tujuan menangkap Jumadi(40) warga simpang kurnia kelurahan Belawan Bahari Belawan.

Diduga awal kejadian bermula di saat Ganda bermain judi dindong, kemudian Ganda ingin utang koin terhadap penjaga dindong namun penjaga tidak memberikan ganda utang, selanjutnya ganda memukul penjaga dindong.

Kemudian Jumadi datang untuk melerai, dan mengusir ganda dari lokasi, namun di sepanjang jalan ganda memaki-maki, tanpa di sadari warga setempat tidak terima dan langsung memukuli ganda, Kemudian datang jumadi kembali lagi untuk melerai.

"Awalnya siganda ingin utang koin sama penjaga dindong namun penjaga tidak memberikan ganda utang, terjadilah perkelahian, si ganda duluan mukul, karena ga dikasi marah marah,  terjadilah keributan kemudian datang lah suami saya melerai, keluar keluar, kata suami saya,  kemudian si ganda Seakan tidak senang kemudian maki maki, tanpa di sadari warga setempat tidak terima dan langsung memukuli ganda, tak lama suami saya datang untuk melerai kembali." Kata Nur.

Selang setengah jam kemudian, keluarga Ganda datang menanyakan kepada Nur Hasanah dan Jumadi siapa yang berani memukul anak mereka, "siapa mukul siapa yang mukul dengan nada emosi, kemudian suami saya dicekek, tejadi cekcok sebentar habis itu mereka langsung pergi" katanya kala itu meyakinkan keluarga Ganda bahwa suaminya bukanlah pelaku pemukulan.

Pengacara 

Namun hal sebaliknya yang didapat pria yang memiliki enam anak tersebut, Jumadi ditangkap atas laporan Ganda kamis 12 desember 2019. Dan diduga ingin juga mencoba memeras jumadi sekita 60 juta bila ingin berdamai.

Nur Hasanah dan Jumadi merasa keberatan, kemudian Nur Hasanah mencoba meminta bantuan kantor advokat Maysarah dan Associates

Senada dengan itu, menurut Maysarah SH MH selaku kuasa hukum dari Jumadi sebagai terlapor  menyampaikan kepada awak media, Senin(11/02) seharusnya penyidik harus mengikuti prosedur yang ada di Perkapolri, 

"Seharusnya, mekanisme peratama suatu pemeriksaan pertama ditingkat dikepolisian sreperti perkapolri yang terakhir keluar no.6 tahun 2012 tentang profesional tentang proses penyidikan." Ujar Maysarah

Herannya , kenapa perkapolri ini tidak dijalankan, tuturnya.

Dan, seharusnya saksi pelapor dipanggil dan selanjutnya di introgasi dan ditampilkan dari saksi - saksi dari Jumadi selaku pelapor. 

Lalu keluarlah sesprin lidik yang sudah diketahui untuk dapat menetapkan pasalnya. Dan proses kedua itu dipanggil untuk di wawancara, dipanggilah Jumadi terlapor serta dengan saksi - saksinya. tutur kuasa hukum tersebut.

Jika ternyata proses lidik yang dilaporkan ini bukan, berarti harus kembali lagi ke lidik. kata kuasa hukum Jumadi

Ternyata pembuktian terlapor Jumadi ini tidak duduk perkaranya dan pasalnya, 

Dikatakan Maysarah SH MH lagi kenapa proses sesprint lidik pertama tidak terbukti , belum dipanggil, sesprint penyidikan belum dipanggil juga , sesprint tingkat BAP untuk menurunkan pidananya tidak ada dipanggil  dan proses ke empat itu penetapan tersangka , dikonprontir baru dilakukan penangkapan. tegas Maysarah SH MH, selaku kuasa hukum Jumadi

Ia menduga, dengan adanya pelanggaran KHUP, dan melanggar perkapolri no.14 tahun 2010 dan diperkuat lagi dengan perkapolri no.6 tahun 2019 dengan suatu proses penyidikan, dengan ini ia meminta kepada bapak KAPOLRI untuk dapat memantau kerja kepada Reskrim khususnya di jajaran Poldasu, dan Polres Pelabuhan Belawan, 

Kuasa Hukum Jumadi ini meminta agar dapat mengikuti prosedur yang ada, kalau memang KUHP tidak dipakai untuk proses penyidikan, 

Ia pun mohon kepada Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani, jika KUHP itu tidak di pergunakan untuk proses penyidikan kepada kelaien saya Jumadi, dan saya mohon tegakkan hukum dengan seadil adilnya dengan si pencari keadilan. Tutup Maysarah SH.MH selaku kuasa hukum Jumadi

Terpisah akan hal itu, Ketika awak media hendak melakukan konfirmasi kepada penyidik Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan  terkait penangkapan Jumadi,  Awak media tidak berhasil mendapat keterangan, di informasikan dari personil piket di unit reskrim dari ruangan tipidter bahwa ,"sebaiknya awak media melakukan konfirmasi pada esok hari, berhubung penyidik bripka munthe sudah pulang " ucap personil piket di gedung reskrim. (rjs)
 
Top
/* Pengunci navbar*/