Aceh Simeulue, kupasonline -- Belum selesai kemelut dugaan  dana siluman  9,6 di dinas PUPR, Kabupaten Simeulue, kini mencuat proyek fiktif di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Paket proyek 12,8 miliar  yang diduga fiktif, yakni paket pengaspalan   Jalan Simpang batu Ragi - Jalan arah simpang Patriot, di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue tahun anggaran 2019.jum'at (6/2/2020)

Proyek yang  berbanderol Rp 12,8 miliar yang dikelola Dinas PUPR Kabupaten Simeulue yang ditenderkan pada tahun anggaran 2019  dimenangkan oleh PT. Intan Metua Jaya,  berdasar pantauan kupasoline.com,  tidak ditemukan pekerjaan fisik di lapangan sehingga proyek APBK  itu diduga fiktif.

Anggota komisi C DPRK Simeulue dalam kunjungan kerjanya, yang dihadiri Ihya Ulumuddin, Rosnidar Mahlil, Nurhayati, Andi milian, Sahrian, sangat menyayangkan proyek bandrol 12,8 miliar tak kunjung dikerjakan hingga s miaat ini.

Ketua Komisi C DPRK Simeulue  Ihya Ulumuddin saat konferensi pers mengatakan, " Kalau kita lihat  dari dokumen pelelangan  pada saat tayang seharusnya pengaspalan jalan ini dimulai dari SP. Batu Ragi hingga jalan SP. Patriot, berarti jalan  yang kita lihat ini dengan pagu anggaran 12,8 Miliar. Setelah kita buktikan ternyata di titik yang ada dalam dokumen pelelangan tidak ada pekerjaan sama sekali dan diduga fiktif.

Lebih lanjut, "sepulang dari lapangan kita akan pertanyakan kepada pihak PUPR sudah berapa persen anggaran yang ditarik dari pihak rekanan, dari anggaran dana 12,8 miliar itu. Kita juga meminta, pertanggung jawaban dari pihak PUPR karena  praktek - praktek seperti ini ada relevansi nya melanggar hukum, " ujar Ihya Ulumuddin.

" Dengan  kita kunjungan kerja kelapangan bersama dengan kawan - kawan  membuat kecurigaan kita selama ini terkuak kenapa bisa pihak dinas PUPR sewaktu  DPRK, meminta Rencana Kerja Anggaran ( RKA ) namun hingga saat ini tak kunjung diberikan kelada kita.

Salah seorang panitia tender-Pokja ULP/LPSE Simeulue Iis Wahyudi, ST. dikonfirmasi Sejumlah wartawan,di kantor Dinas PUPR setempat menceritakan, penetapan dan pengumuman pemenang kepada PT. Intan Meutuah Jaya sudah sesuai prosedur.

Soal sanggahan bahwa dukungan alat-AMP dari perusahaan yang bermasalah hal itu dia tidak tahu. “Kami mengedepankan azas praduga tak bersalah,” Ujarnya.

Disisi lain Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Simeulue, Mumun Irawan menjelaskan uang yang baru dibayar ke PT. Intan Meutuah Jaya baru senilai 54 persen dari kontrak. Sedangkan kegiatan pekerjaan tidak fiktif ada dilakukan namun lokasinya di pindahkan ke Mitem dan Amabaan.

Plt. Kadis PUPR Simeulue, Ibrahim, SP yang dikonfirmasi menyatakan dia tidak tahu soal adanya proyek fiktif itu. “Saya, kan baru menjabat. Sejak masuk dua Minggu lalu saya sudah meminta data semua namun karena semua sedang sibuk di Dinas PUPR ini  mendampingi BPK yang sedang melakukan pemeriksaan jadi data belum ada satupun yang diberi ke saya,” jelas Ibrahim.

Hingga berita ini ditayangkan Awak media kupasonline.com sedang berusaha konfirmasi pihak PT. Intan Metua Jaya. (agm) 
 
Top