Tersangka penghina Risma mengajukan penangguhan penahanan. 

Surabaya, Kupasonline -- Meski telah dimaafkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, kasus penghinaan yang dilakukan Zikria terus berlanjut. Kini pihak Zikria pun mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada kepolisian.

"Kami mengajukan penangguhan penahanan," kata Kuasa Hukum Zikria, Advent Dio Randy, saat dihubungi , Kamis (6/2). Dilansir dari cnn indonesia 

Dio mengatakan ada sejumlah dasar pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan, di antaranya yakni Zikria memiliki anak berusia balita, yang masih sangat bergantung pada ASI dari ibunya.

"Dasarnya kita lihat dari karena ada anak Mbak Zikria yang masih balita, dan masih sangat membutuhkan ibunya, usianya masih dua tahun," kata Dio.

Alasan lain, kata Dio, karena kliennya yang merupakan ibu rumah tangga asal Bogor, Jawa Barat, diklaim telah kooperatif menjalani proses penyidikan dari kepolisian.

"Mbak Zikria juga kooperatif, selalu bersedia, dan mengatakan yang sebenarnya saat diperiksa oleh penyidik," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya pun berharap permohonan penangguhan penahanan ini pun segera dikabulkan oleh penyidik. Sementara ini, ia akan menunggu prosesnya berjalan.

"Kami menunggu prosesnya, dikabulkan atau tidak itu kewenangan penyidik, kami berharap itu dikabulkan, apakah ada diskresi atau bagaimana, semoga yang terbaik," katanya.

Dio belum mengetahui kondisi terkini dari Zikria karena belum bertemu kembali, lantaran kliennya tak kunjung menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Kondisi belum bisa ditemui karena belum ada lanjutan pemeriksaan, kita masih nunggu soal itu. Sementara keluarga (Zikria) masih berada di Surabaya, kemarin nginap di tempat saya, sekarang ada kerabat," kata dia.

Kasus Zikria bermula, saat akun Facebook Zikria Dzatil dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya pada 21 Januari lalu, dengan dugaan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam bukti tangkapan layar atau screenshoot, akun tersebut diduga telah sebanyak dua kali mengunggah foto Risma dengan kalimat bernada hinaan.

"Anjirrrrr.... Asli ngakak abis...nemu nih foto sang legendaris kodok betina," salah satu unggahan akun yang diduga menghina Risma.

Polisi pun meringkus Zikria, Jumat (31/1) di Kota Bogor, Jawa Barat. Ia kini telah resmi ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Surabaya.

Atas perbuatannya, ia dipersangkakan pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE serta Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/