Sejumlah umat Kristiani beribadah di depan diorama penyaliban Yesus Kristus saat prosesi Jalan Salib di lereng gunung Wilis Desa Puhsarang, Kediri, Jawa Timur. 

Ambon, Kupasonline -- Keuskupan Amboina akan meniadakan ritual Jalan Salib untuk mencegah penyebaran virus corona. Jalan salib merupakan ritual umat Katolik untuk mengenang peristiwa sengsara Yesus Kristus saat penyaliban. Ritual Jalan Salib digelar menjelang masa Paskah.

Uskup Diosis Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC mengatakan ritual jalan salib ditiadakan terkait maraknya penyebaran virus corona. Keuskupan Amboina membawahi gereja katolik di seluruh provinsi Maluku, Maluku utara.

"Antisipasi penyebaran corona semakin meluas, kita tiadakan ritual jalan salib," ujar Mandagi saat dihubungi, Rabu (25/3) malam. 

Mandagi mengatakan Keuskupan Amboina segera mengeluarkan surat tentang penghentian kegiatan jalan salib dan kegiatan lainnya menyangkut paskah. Umat Katolik akan memasuki masa pekan suci paskah 5-11 April. Diawali dengan misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, dan malam Paskah.


"Kita ikuti aturan dari Vatikan tiadakan misa suci dan jalan salib," ucap Mandagi

Mandagi menjelaskan nantinya Paskah yang dilakukan seperti jalan salib dan Pekan Suci tak akan dihadiri banyak umat katolik secara fisik.

"Misa akan tetap ada, ada Pastor memmipin misa, namun tak diramaikan umat sesuai arahan Vatikan,"katanya.

Lebih lanjut Mandagi menyerukan Jemaat dan Paroki bisa melaksanakan ibadah syukuran misa di rumah masing-masing.

"Boleh di rumah. Jumlah bisa dua atau tiga orang saja, hindari kerumunan," katanya, "Umat dan Paroki bisa imbau agar bisa mencegah wabah virus covid-19."

Selain itu, Mandagi juga mengimbau agar umat katolik membatasi seluruh kegiatan.

"Misa Hari Minggu, Misa Harian maupun Misa dalam kesempatan lainnya, Ibadat, Devosi, kegiatan rohani seperti Jalan Salib, Rosari, Ziarah, Stasi atau Rukun doa, dan latihan Koor ditiadakan pada Minggu (22/3) sampai Sabtu (4/4)," Kata dia. 

Kata Mandagi, para biarawan dan biarawati agar tetap menebarkan harapan kepada umat, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umatnya, terutama di saat-saat sulit seperti saat ini.

"Teguhlah di dalam imanmu," tuturnya.

Dia juga meminta para pastor  berdoa agar Indonesia terhindar bahaya wabah corona yang semakin meluas hingga pelbagai daerah. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/