Padang, Kupasonline--Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mengapresiasi langkah cepat Pemko Padang untuk menutup tempat tempat wisata dan tempat hiburan di kota Padang. Penutupan ini dikatakan sangat besar artinya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Padang. "Kita apresiasi karena Pemko telah menutupnya. Semoga musibah ini cepat berlalu dan kita bisa dihindarkan dari virus ini"sebut Budi. 

Seperti yang diketahui, sejak beberapa waktu lalu, Pemko Padang telah mengeluarkan inturksi untuk menutup semua tempat hiburan, tempat wisata serta pusat keramaian lainnya. Seperti salah satunya lokasi hiburan terlengkap dan terbesar di Kota Padang Teebox yang terletak di Jalan Diponegoro.

Dari pantauan media, seluruh ruangan Teebox disemprot cairan disinfektan. Mulai room karaoke, Musro (Musik Room), billiard dan ruangan lainnya. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

“Ya ini bentuk antisipasi kami, melakukan imbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus. Setelah sebelumnya melakukan upaya pencegahan dengan mengecek para pengunjung dan karyawan,” ujar pimpinan Teebox Community Center, Hengky yang didampingi General Affair Teebok Idrus Sudiman.

Menurutnya, dampak wabah corona ini, diakuinya memang membawa efek sangat berarti bagi pelaku usaha khususnya tempat hiburan. “Kita turut dan mematuhi arahan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), Teebox Community Center tutup operasional,” terangnya.

Ia menjelaskan, penghentian kegiatan tersebut berlangsung hingga 4 April 2020. Sebanyak 179 orang karyawan diliburkan sampai batas waktu yang ditentukan pemerintah untuk keselamatan bersama.

“Sebab, tidak ada yang lebih berharga dari pada kesehatan kita saat ini. Untuk itu, mengikuti saran pemerintah kami tidak operasional,” terangnya.

Diakuinya, akibat virus korona telah menyebabkan kecemasan dan merusak semua aktivitas dunia. Tidak hanya dunia pariwisata, namun juga sektor yang lebih vital.

Disebutkannya, Teebox komit dengan pencegahan virus mematikan tersebut. Apalagi dunia pariwisata mustahil tanpa melibatkan banyak orang dan kerumunan.

“Kita sadari dunia pariwisata adalah dunia hiburan, jelas melibatkan banyak orang. Sementara kita harus menjaga jarak satu sama lain agar penyebaran virus tersebut tidak makin meluas masif,” ujarnya.(*/wan)

 
Top
/* Pengunci navbar*/