Sekretaris Komisi I DPRD  Mentawai Stefanus Sabagallet saat diwawancarai oleh awak media usai lakukan reses Dapil III Siberut, di Kantin  Depan Kantor DPRD  Kabupaten kepulauan Mentawai.



Mentawai, Kupasonline--
Untuk di ketahui Desa Sagulubbeg, Kecamatan Siberut Barat Daya  adalah penghasil Lobster terbesar di Mentawai, namun di balik melimpahnya hasil laut berupa lobster dan kepiting laut, diwilayah tersebut memiliki ombak tinggi dan arus yang deras.

Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah  (DPRD) Kabupaten kepulauan Mentawai Stefanus Sabaggalet mengatakan, Pada saat melakukan reses DPRD ke Desa Sagulubbeg melihat banyaknya hasil tangkapan Lobster oleh nelayan disana, ini salah satu usulan masyarakat psda saat melakukan  reses disana,  dan saya merasa terpanggil bagaimana membudidayakan lobster  itu supaya nantinya tedik punah, maka dari sekarang kita tetap menjaga dengan melestarikannya supaya tidak punah nantinya untuk generasi kita kedepannya, sebut stefanus kepada awak media  di kantin depan DPRD Mentawai usai melakukan reses di Siberut Barat Daya, Selasa (24/03/2020).

"Nanti kedepannya kita akan menindak lanjuti apa yang masyarakat usulkan salah satunya  termasuk menanggapi  khususnya terkait pembudidayaan Lobster di Desa Sagulubbeg," ucap stefanus

Di katakan Stefanus, usulan kelompok nelayan  pada saat reses itu meminta bantuan  berupa mesin stempel 15 PK sebanyak 51 unit dan alat tangkap berupa jaring Lobster, katanya.

Lalu, untuk mesin tempel sebanyak 51 unit, nantinya satu kelompok akan mendapatkan tiga unit, dengan jumlah sebanyak 17 kelompok di Desa Sagulubbeg. Terangnya.

Ia katakan, nanti usulan masyarakat melalu kelompok nelayan Lobster ini akan kita masuk dalam program Pokir, ucapnya. (ash)
 
Top
/* Pengunci navbar*/