Dian Fakri


Padang, Kupasonline -- Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri mengatakan penutupan akses di tiga pintu masuk ke dalam kota Padang membutuhkan kepatuhan masyarakat. Jika tidak, maka tidak akan jalan maksimal.

"Kita sudah evaluasi. Meski dihambat di tiga titik itu, masih banyak yang masuk ke dalam kota melalui persimpangan persimpangan di sepanjang By Pass. Tapi minimal kita telah mengarahkan semua bus dari luar kota itu tidak singgah di dalam kota Padang," sebut Dian.

Dikatakannya, ada sekitar 21 persimpangan di sepanjang Bypass yang menghubungkan ke dalam kota. Sampai saat ini persimpangan itu belum dijaga. Bus dari arah By Pass Anak Aia atau Bukit Putus bisa bebas masuk. Pihaknya, sebut Dian berharap pengendara kendaraan dari Pariaman yang hendak mau ke Pesisir ataupun sebaliknya, hanya numpang lewat saja  di By pass dan tak singgah di Padang. "Kalau tak perlu ke kota Padang, tak usah lah singgah. Ngapain? Sekarang kondisi sedang darurat. Virus corona ini tak bisa disepelekan," ajak Dian.

Pihaknya sebut Dian, akan terus melakukan evaluasi terhadap pembatasan selektif ini. Yang penting, kata Dian, masyarakat harus memahami bahwa pembatasan kendaraan dengan menutup akses di tiga pintu masuk itu bukan lockdown. "Kita ini bulan lockdown. Tapi pembatasan selektif. Setidaknya ini dapat mengurangi jumlah orang masuk ke kota Padang," tegas Dian lagi.

Seperti diketahui, ada tiga titik yang ditutup oleh Dishub Padang mulai Selasa kemarin. Yakni Simpang Adinegoro, Simpang Bukit  Putus arah ke Sutan Syahril dan Simpang Lubeg. Semua kendaraan diarahkan ke Bypass. Semua itu dilakukan untuk mengatasi wabah corona. (tin)
 
Top
/* Pengunci navbar*/