Bupati Solok H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM


   Solok, Kupasonline -- Dalam upayanya mempercepat penanganan wabah virus corona (covid-19) didaerahnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok membentuk Satuan tugas (Satgas) Efektif Nagari yang diketuai oleh Wali Nagari dengan melibatkan semua organisasi yang ada di Nagari.

  Pembentukan Satgas Efektif Nagari ini
tertuang dalam instruksi Bupati Solok Nomor : 167/DPMN/2020 tentang Nagari tanggap covid-19.

   " Satgas Efektif Nagari ini ditujukan agar para pejabat di tingkatan Nagari untuk terus siaga dan tanggap dengan kondisi masyarakatnya,” kata Bupati Solok Gusmal kepada media ini di Arosuka, Sabtu (28/3).
   
Diharapkan kata Gusmal mengemukakan, dengan adanya Satgas Nagari ini, penanganan persoalan Covid-19 dapat berjalan dengan cepat, efektif dan efisien.

   Selain bertugas mengedukasi dan memberikan pelayanan dalam percepatan penanganan Covid-19 ujar Gusmal, Satgas efektif Nagari ini juga ditugaskan untuk melakukan pendataan terhadap penduduk yang rentan sakit di daerahnya.
  
 Satgas ini kata Gusmal, bertugas melakukan deteksi dini penyebaran Covid-19 dengan melakukan pendataan setiap tamu yang masuk ke wilayahnya. 

   Serta menyiapkan fasilitas yang ada di nagari yang bisa dijadikan ruangan isolasi dini bagi warga yang sakit atau dicurigai terpapar Virus Corona ini.
    
 " Untuk mempermudah masyarakat, satgas nagari ini juga menyediakan informasi penting terkait dengan penanganan covid-19. Seperti nomor telephon rumah sakit rujukan, nomor telepon ambulans dan lainnya " tutur Gusmal.

   Ia juga menyebutkan bahwa Satgas ini juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Orang dalam pemantauan (ODP) dan Pasien dalam pengawasan (PDP) di nagarinya masing-masing.
  
 Bupati juga meminta, Satgas Nagari ini juga menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait lainnya. Seperti Puskesmas, rumah sakit rujukan dan instansi terkait lainnya di lingkup Pemkab Solok.
  
  Untuk anggaran biaya Satgas ini, kata Gusmal, bersumber dari Anggaran pendapatan dan belanja nagari (APB-Nagari) dengan perincian, untuk kebutuhan penanganan dan pencegahan Covid-19 bersumber dari anggaranDana Desa (ADD) dan untuk kebutuhan noperasional Satgas, bersumber dari Alokasi dana Nagari (ADN), Pendapatan Asli Nagari (PAN), Bagi hasil pajak/retribusi dan pendapatan lainnya.
    
 “Wali Nagari harus melaporkan perkembangan pembentukan satgas Efektif nagari  dalam percepatan penaganan Covid-16 ini melalui camat untuk diteruskan kepada Bupati,” tutur Bupati Gusmal.

     Sementara itu, dari data gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Solok, jumlah pandemi di daerah penghasil beras ternama itu terus bertambah. 

   Dari data terakhir pada Sabtu (28/3), Jumlah warga yang ternotifikasi sebanyak 464 orang, Jumlah ODP sebanyak 48 orang dan PDP masih tetap 2 orang.

     " Untuk PDP masih tetap dan tidak ada penambahan sampai hari ini. Yang bertambah hanya warga berstatus ODP,” kata Kabag Humas Setda Kabupaten Solok Syofiar Adek Syam. (irda).


 
Top
/* Pengunci navbar*/