Kasatpol PP kota Solok H. Ori Afilo memberikan nasehat pada siswa yang keluyuran di warnet 

   Solok, Kupasonline -- Kedapatan sedang asik main dan keluyuran di Warnet, 42 orang siswa terdiri dari pelajar SD dan SMP, terjaring razia petugas Satpol PP Kota Solok , Senin (23/3) pagi.

   Ke 42 orang pelajar itu ada yang mengaku kelas 3 dan kelas 4 SD tersebur, terjaring razia petugas Satpol PP Kota Solok dari sejumlah lokasi warnet didua wilayah Kecamatan di Kota itu.

   Kepala Satpol PP Kota Solok Drs. H. Ori Afilo, MM kepada media ini di Mako Satpol PP Jl. Syeh Kukut No. 2 Tanjung Paku menyebutkan, ke 42 siswa ini terjaring razia petugas disejumlah lokasi warnet.

   Ori Afilo mengemukakan, pertama sebanyak 19 orang terjaring di dua warnet dikawasan Nan Balimo di Kecamatan Tanjung Harapan.

  Dan kedua kata Ori Afilo sebanyak 23 lainya di tiga warnet di Kecamatan Lubuk Sikarah.
  
  Ori mengatakan, razia tersebut digelar Satpol PP, menindak lanjuti Surat Edaran Wali Kota Solok, tentang pelajar yang diliburkan mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona, namum tetap mengikuti proses belajar mengajar di rumah.
  
 Petugas Satpol PP Kota Solok kata Ori Afilo, akan menggelar razia pelajar atau siswa yang keluyuran main main ke warnet atau tempat biliar, dengan jadwal razia pagi hari, siang hari dan bahkan juga pada malam hari.

    Ori Afilo juga mengatakan, setelah didata identitas diri dan dari sekolah mana mereka berasal, selanjutnya mereka diberi arahan untuk tidak lagi mengulangi perbuatanya. 
  
 Yakni pergi keluyuran main main di warnet ataupun ke tempat biliar.

   Selain itu kata Ori Afilo mengemukakan, orang tua mereka juga dipanggil ke kantor Satpol PP Kota Solok. Dan mereka disuruh membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatanya keluyuran main main ke warnet ataupun tempat biliar.

   Mereka juga berjanji bersedia dikenakan sangsi sesuai aturan yang berlaku, apa bila kedapatan lagi atau terjaring lagi oleh petugas Satpol PP Kota Solok saat mengulangi perbuatanya pergi keluyuran dan main main ke warnet atau tempat biliar.

   " Setelah mereka membuat surat pernyataan yang diketahui oleh orang tuanya masing-masing, mereka kemudian diperbolehkan kembali pulang kerumah dikawal oleh orang tuanya masing masing " tutur Ori Afilo. (jay).

 
Top
/* Pengunci navbar*/