Foto udara Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Jakarta, Kupasonline -- Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Syaharie Jaang berencana menutup akses jalan dari dan menuju Balikpapan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Ia menyebut rencana tersebut telah dibahas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ibu kota provinsi Kalimantan Timur itu pada Senin (30/3).

"Saat ini masih dalam pengkajian jalur menuju dan dari Balikpapan akan kami tutup. Kami minta maaf kepada masyarakat Balikpapan atas kebijakan ini, " Kata Syaharie Jaang di Samarinda, seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan akses darat yang akan ditutup meliputi jalur menuju Balikpapan via tol dan dari arah Loa Janan. Selain itu akses melalui jalur air yaitu Sungai Mahakam pun akan ditutup juga.

Namun, penutupan tersebut hanya diberlakukan untuk kendaraan pribadi dan angkutan orang. Sedangkan, angkutan barang dan keperluan logistik medis tentu tetap akan diperbolehkan melintas.

"Kalau ada relawan Covid-19 tentunya tetap diberikan akses masuk, dan kebijakan ini juga akan dikomunikasikan dengan pemerintah Balikpapan," katanya.

Menurut Jaang, rencananya akses jalan tersebut akan ditutup selama tiga hari, dan akan dipertimbangkan kelanjutannya.

"Kami akan membuat pos penjagaan di ruas-ruas jalur masuk Samarinda," katanya.

Situasi Covid-19 di Kalimantan Timur

Untuk diketahui, penyebaran Covid-19 juga telah merambah di Provinsi Kalimantan Timur, per Senin (30/3) tercatat sudah ada 17 orang dinyatakan positif tertular virus tersebut. Dari 17 kasus positif Covid-19 tersebut, kota Balikpapan mendominasi kasus dengan 12 orang dinyatakan positif berdasarkan uji laboratorium.

Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di provinsi itu ada 169. Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan sudah ada 84 dinyatakan negatif, dan 58 masih menunggu uji laboratorium. Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini ada 2.210.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Kaltim  itu mengingatkan kepada masyarakat untuk mematuhi kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah yakni sosial social distancing atau bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah.

"Tetap jaga kesehatan dan kebersihan dengan membiasakan bercuci tangan selepas memegang sesuatu benda, yang mungkin juga dipegang oleh orang lain," tegas Andi Ishak. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/