Ilustrasi penduduk di Kota Najaf, Irak, saat pandemi virus corona. 

Jakarta, Kupasonline -- Pemerintah Irak memutuskan akan menerapkan jam malam dan pembatasan berkegiatan di seluruh wilayah pada masa liburan hari raya Idulfitri mendatang, untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir CNN, Rabu (20/5), aturan itu akan diterapkan seharian penuh mulai Minggu (24/5) pekan ini hingga 28 Mei mendatang.

Pemerintah setempat untuk sementara melarang seluruh kendaraan bermotor berada di jalan dan trotoar harus steril dari pejalan kaki.

Sejak awal Ramadan, pemerintah Irak mencabut sementara jam malam yang diterapkan sejak pukul 17.00 sampai 05.00 waktu setempat.

Dampak pencabutan tersebut adalah jumlah kasus infeksi virus corona terus bertambah.

Langkah Irak tersebut mengikuti jejak beberapa negara lain yang menerapkan jam malam saat Idulfitri.

Di antaranya adalah Mesir dan Turki.

Menurut Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, yang dikutip kantor berita Ahram Online dan dilansir CNN, jam malam dan larangan berkumpul itu akan diterapkan pada 24 hingga 29 Mei mendatang.

Seluruh pusat perbelanjaan, pantai, hingga taman akan ditutup selama pemberlakuan jam malam dan larangan berkumpul.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan akan menerapkan jam malam di seluruh negeri selama libur Hari Raya Idulfitri pada 23 sampai 26 Mei mendatang.

Erdogan menuturkan jam malam diterapkan demi memutus rantai penularan virus corona (Covid-19) yang telah menginfeksi ke 150.593 warga dengan 4.171 kematian. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/