Iran mengumumkan relaksasi lanjutan dari lockdown pada Sabtu (23/5) dan mengklaim tak rasio kematian terhadap infeksi terus menurun di seluruh Iran. 

Jakarta, Kupasonline -- Iran mengumumkan relaksasi lanjutan dari lockdown pada Sabtu (23/5). Pemerintah mengatakan bahwa mereka sudah bisa mengendalikan pandemi tersebut di hampir sepertiga provinsi.

Mengutip AFP, 10 dari 31 provinsi di Iran saat ini sedang berada dalam tahap 'pertahanan' dari virus. Hal ini disampaikan oleh Presiden Hassan Rouhani dalam pertemuan satgas virus yang disiarkan televisi.

Dalam tahap ini mereka menyerukan adanya screening intensif untuk memisahkan orang yang terinfeksi dari yang lain. Dia menambahkan dengan klaim bahwa rasio kematian terhadap infeksi terus menurun di seluruh Iran.

Sepuluh provinsi menyatakan tidak ada kematian baru, sementara enam provinsi masing-masing melaporkan satu kematian.

Menurut Rouhani, 88 persen korban COVID-19 Iran adalah mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar.

Terkait angka tersebut, para ahli di dalam dan di luar Iran meragukan angka resmi negara itu, dan mengatakan jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Rouhani mengatakan museum dan situs bersejarah di seluruh Iran akan dibuka kembali untuk umum pada hari Minggu dan tempat suci pada hari berikutnya. Pekan lalu dia mengumumkan pembukaan kembali situs suci terbatas setelah Idul Fitri, yang menandai akhir bulan puasa Ramadhan dan akan dimulai hari Minggu.

Negara tersebut sudah memerangi wabah virus tersebut sejak 19 Februari lalu dengan mengumumkan dua kematian pertamanya. 

Kuil akan dibuka hanya enam jam sehari sambil mengamati protokol kesehatan, katanya pada saat itu. pada pertengahan Maret menutup empat tempat suci utama Syiah termasuk Imam Reza di Masyhad, Fatima Masumeh dan masjid Jamkaran di Qom dan Shah Abdol-Azim di Teheran.

Rouhani menambahkan bahwa semua pegawai pemerintah yang bekerja dari rumah harus kembali ke kantor mereka pada 30 Mei. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/