Ilustrasi 

Jakarta, Kupasonline -- Polisi menetapkan seorang pria berinisial BU alias ICE sebagai tersangka aksi pemerasan terhadap seorang sopir taksi online di Kabupaten Tangerang yang sempat viral di media sosial.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam menjelaskan pihaknya semula mengamankan empat orang. Dari hasil pemeriksaan, polisi hanya menetapkan pelaku pemalakan yang terekam video sebagai tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan kami menetapkan BU alias ICE yang menjadi tersangka atas tindak pidana pemerasan yang wajahnya terekam dalam video yang viral," kata dia, saat dikonfirmasi, Rabu (20/5).


Ia menjelaskan kejadian yang viral di media sosial itu terjadi pada Minggu (17/5) di kawasan proyek Perumahan Lavon 2, Pasar Kemis, Tangerang. Aksi itu bermula saat korban hendak keluar dari kawasan lokasi proyek perumahan itu usai mengantar penumpang.

Korban kemudian diadang oleh tersangka yang meminta uang senilai Rp100 ribu sebagai uang parkir. Dia sempat menolak sehingga membuat tersangka geram dan marah-marah. Hal itu membuat korban terpaksa memberikan uang namun sambil tetap merekam momen tersebut hingga menjadi viral di media sosial.


Polresta Tangerang kemudian menelusuri kasus itu dan melakukan penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada Selasa (19/5). Polisi pun menyita barang bukti berupa kwitansi parkir dan stempel.

Ade menyebut tersangka dijerat Pasal 368 ayat (1) KUHP dengan hukuman paling lama sembilan tahun penjara.

Ia meminta masyarakat melaporkan insiden serupa dan mengaku tidak akan segan-segan menindak pelaku premanisme di kawasan Kota Tangerang.

"Kami pastikan masyarakat aman karena siapa pun dia, bila melakukan aksi premanisme dan juga pemerasan atau pungli, akan kami tindak tegas," lanjut dia.

Kejadian tersebut diviralkan oleh salah satu akun instagram @tangerang24jam yang mengunggah video tersebut. Dalam tayangan berdurasi kurang lebih 27 detik itu, pelaku terlihat sedang cekcok dengan pegemudi. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/