Pemkot Ambon menutup pelayanan di empat puskesmas setelah tujuh perawat positif virus corona. llustrasi

Ambon, Kupasonline -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku menutup sementara pelayanan di empat puskesmas mulai hari ini, Senin (1/6), setelah tujuh perawat dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adrianza mengatakan tujuh perawat positif virus corona itu bertugas di beberapa puskesmas di Kota Ambon.

Rinciannya tiga perawat di Puskesmas Rijali Sirimau dan satu perawat masing-masing di Puskesmas Hutumuri, Puskesmas Tawiri, Puskesmas Poka, dan Puskesmas Air Salobar.


"Rencana penutupan pelayanan puskesmas untuk umum berlaku selama 14 hari ke depan," kata Joy, Minggu (31/5).

Joy mengatakan perawat di Puskesmas Hutumuri dan Puskesmas Tawiri yang pertama kali dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Jumat (29/5).

Selang sehari kemudian, lima perawat, masing-masing bertugas di Puskesmas Rijali, Puskesmas Poka, dan Puskesmas Air Salobar dinyatakan positif virus corona.

"Ketujuh swab-nya positif corona setelah diperiksa di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit kelas II Ambon," ujarnya.

Joy yang juga kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon menyatakan menutup empat puskesmas tersebut lantaran tingginya kasus positif virus corona di kota Ambon.

Berdasarkan Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon per Minggu (31/5) jumlah kasus positif corona mencapai 229 orang. Dari jumlah itu, 27 orang dinyatakan sembuh dan enam orang lainnya meninggal dunia.

Sementara jumlah warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 44 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 27 orang.

Hingga hari ini jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 26.473 orang. Dari jumlah tersebut, 7.308 orang dinyatakan sembuh dan 1.613 orang lainnya meninggal dunia. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/