Ilustrasi: BPOM memperingatkan ada tiga risiko saat membeli obat secara online. Salah satunya adalah risiko menerima obat palsu. 

Jakarta, Kupasonline -- Masa-masa karantina mandiri dan pembatasan aktivitas di tengah pandemi virus corona, sebagian besar orang memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan keseharian. Mulai dari kebutuhan makanan hingga obat-obatan dipenuhi dengan belanja online.

Soal makanan tak begitu masalah asalkan protokol kesehatan belanja makanan online diterapkan. Tapi bagaimana dengan belanja obat secara online.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui buku panduan "Serba Covid-19" mewanti risiko belanja obat secara online. Adapun risiko membeli obat secara online menurut BPOM setidaknya dirinci menjadi tiga hal.


1. Identitas penjual tidak jelas sehingga tidak ada jaminan keamanan dan mutu obat. Bahkan bisa jadi obat yang dibeli itu ilegal atau palsu.

2. Berisiko mendapatkan obat yang rusak atau juga kedaluwarsa.

3. Tidak mendapatkan informasi penggunaan dan efek samping obat dari tenaga kefarmasian.

Itu sebab BPOM menyusun panduan bagaimana mendapatkan obat secara aman. Beberapa tahapan yang bisa dilakukan di antaranya membeli obat di sarana pelayanan kesehatan atau kefarmasian yang resmi dan menggunakan resep dokter.

Hal mendasar yang juga penting diingat, sebelum membeli dan mengonsumsi apapun baik itu produk obat ataupun makanan, lakukan pengecekan kemasan, label, izin edar dan informasi kedaluwarsa. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/