Sosialisasi Zonasi dan penjenisan dagangan serta bayaran sewa pertokoan pasa ateh Bukittinggi oleh Pemko Bukittinggi pada pedagang.

Bukittinggi, Kupasonline --Sering dengan sudah diresmikannya pasa ateh beberapa hari yang lalu, Pemko bukittinggi akan segera menempatkan pedagang di tempat yang sudah disediakan. Sebagai tahap awal, pada Selasa (30/6/20) dilakukan Sosialisasi Zonasi dan penjenisan dagangan serta bayaran sewa pertokoan pasa ateh Bukittinggi.

Kegiatan yang diadakan di Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi dihadiri seluruh Forkopimda Bukittinggi dan ratusan pedagang yang sudah mendapat undangan. Pada pertemuan tersebut lebih banyak membahas tentang hak dan kewajiban pada pedagang yang akan menempati masing-masing pertokoan pasa ateh Bukittinggi.

Dalam keterangannya, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, untuk mengembalikan perekonomian pedagang yang sudah tidak berjualan selama 2,5 tahun sejak musibah kebakaran harus segera dimulai, terutama dengan selesainya pembangunan pasa ateh melalui dana APBN.

Untuk pedagang di pasa ateh sendiri terdiri dari 4 lantai bisa menampung sebanyak 700 pedagang dengan 24 jenis dagangan. Masing-masing lantai sesuai dengan dagangan yang sejenis. Lebih banyak, pedagang yang sudah mendaftar yaitu pakaian jadi dan bordiran. " Pasar bukan untuk diperjual belikan, tapi pedagang hanya mempunyai hak sewa, sebab tanah itu adalah tanah pemerintah," tegas Ramlan.

Dalam pelaksanaannya nanti di pasa ateh, masih akan tetap menggunakan protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan cuci tangan, sebab corona masih ada dan tugas masyarakat adalah memelihara dirinya dengan tetap sehat, sehingga virus vorona bisa diputus mata rantai penyebaran.

Hal yang lebih ditekankan oleh Walikota, yaitu adanya surat perjanjian sewa menyewa oleh pedagang dan pemerintah. Untuk penempatan pasa ateh sendiri tidak diperbolehkan dipindah tangankan, apalagi diperjual belikan. Sebab, pedagang dalam hal ini hanya sebagai penyewa dan yang punya tanah serta bangunan adalah pemerintah.

Mengenai sewa masing-masing pedagangm disampaikan Walikota, sesuai dengan pendataan dari Kantor Pemeliharaan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sudah ditetapkan sewa per tahun. Kalau untuk sewa lantai satu sebesar Rp 27.216.000, lantai dua Rp 26.023.000, lantai tiga Rp 24.829.000 dan lantai empat sebesar Rp 22.441.000. Kepada pedagang yang butuh modal, BRI sudah membuka peluang melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maksimal Rp 500 juta dengan bunga sebesar 6 %.

Dengan adanya pemaparan tersebut, seluruh pedagang merasa keberatan dan meminta kepada Walikota agar sewa tersebut diturunkan, sebab terlalu besar untuk mulai berdagang. Di samping itu, Walikota juga menyampaikan, kalau untuk kebersihan, keamanan dan listrik eskalator sudah dibayarkan oleh Pemda dan itu sudah ditenderkan.

Banyaknya penyampaikan keberatan dari pedagang dan meminta agar untuk enam bulan ke depan bisa digratiskan, akhirnya sesuai dengan permintaan pedagang dan sesuai keputusan beberapa pihak, Walikota Ramlan menyampaikan, untuk enam bulan pertama atau sampai 31 Desember 2020, sewa pasa ateh digratiskan pada pedagang yang disambut baik oleh pedagang dengan tepuk tangan.

" Walupun berat mengambil keputusan ini, tapi demi membantu pedagang, kami ambil kebijakan. Kami harap sebelum lebaran haji, pedagang sudah mulai berdagang dan beraktifitas di pasa ateh," tutur Walikota.(iwn)
 
Top
/* Pengunci navbar*/