Pasaman Barat, Kupasonline -- Wakil Gubernur Sumatera Barat  Nasrul Abit mencanangkan tanam padi dua kali setahun di Nagari Talu, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat dalam upaya meningkatkan produktifitas dan penghasilan petani Senin  (29/6)

Kegiatan pencanangan itu dihadiri, anggota DPD-  RI Emma Yohanna, Sekretaris Daerah Pasaman Barat Yudesri, Tuanku Bosa Taly Fadlan Maalif,  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Sukarli, Camat Talamau Nur Fauziah Zein, beserta para undangan lainya yang dilanjutkan dengan  penyerahan bantuan benih dan sejumlah peralatan pertanian kelompok tani

Menurut, Wakil Gubernur Sumatera Barat  Nasrul Abit, Propinsi Sumatera Barat sangat mendukung kegiatan ini karena sebagai langkah untuk meningkatkan ekonomi petani. Dalam  menjalankan program ketahanan pangan salah satunya mempertahankan dalam meningkatkan produksi padi

"Salah satunya, pasaman barat merupakan salah satu lumbung padi terutama di Kecamatan Talamau. Ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan dengan tanam dua kali setahun," ujarnya.

Anggota DPD -RI  Hj. Emma Yohanna menyebut,  dengan dilakukannya pencanangkan tanam padi dua kali setahun di Nagari Talu,  tentunya kedepan   hasil panennya  nanti dapat memproduksi dan hasilnya  terus  meningkat dalam meningkatkan kesejahteraan petani

Dari itu, dimulai dari segarang kedepan  gmana hasilnya nanti bisa dilempar untuk  bisa mengirim Beras miniml ke daerah tetangga maupun di sejumlah Kabupaten/ Kota di Propinsi Sumatera Barat " sebutnya

Sementara itu, Tuanku Bosa Taly Fadlan Maalif mengatakan,  menjaga ketahanan pagan padi menjadi prioritas pihaknya dalam rangka meningkatkan ekonomi petani. Selama ini petani melaksanakan tanam sekali setahun dengan hasil panen enam ton per hektare. 

Untuk itu perlu perubahan dengan tanam dua kali setahun sehingga meningkatkan penghasilan petani. Tentunya kedepan pihaknya mendorong petani melaksanakan tanam dua kali dengan produktifitas bisa 12 ton per hektare.

"Dari luas lahan 720 hektare saat ini sudah melaksanakan tanam dua kali setahun sekitar 80-90 persen petani. Perubahan ini sangat mampu meningkatkan pendapatan petani," ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintah dapat mendorong program ini sehingga mendapatkan hasil yang baik untuk menjaga ketahanan pangan. Petani juga  sangat membutuhkan adanya irigasi terpadu sehingga lahan yang selama ini terkendala air bisa bercocok tanam dengan maksimal," pungkasnya (bud)
 
Top
/* Pengunci navbar*/