Ilustrasi. RS di Mesir dilalap api hingga menewaskan tujuh pasien Covid-19 yang tengah dirawat. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Jakarta, Kupasonline --Kebakaran yang terjadi di ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Mesir pada Senin (29/6). Kejadian nahas tersebut menewaskan tujuh pasien Covid-19 yang tengah dirawat di sana.

Gubernur Mohamed al-Sharif mengatakan api terlihat di bangsal yang merawat pasien virus corona di sebuah rumah sakit swasta Badrawy di Alexandria.

Departemen Perlindungan Sipil mengatakan kebakaran terjadi lantaran ada korsleting listrik. Sejauh ini polisi masih menyelidiki laporan awal yang mengatakan kebakaran terjadi dari korsleting pendingin udara (AC) di ruangan tersebut.

Sebelum terjadi kebakaran, perawat sempat mendengar ledakan dari unit pendingin udara. Para perawat berupaya memadamkan api sebelum asap tebal menyelimuti ruangan.

"Hanya dalam hitungan beberapa detik, terjadi kebakaran besar dan para pekerja tidak berhasil mengendalikan situasi karena api merambat dengan cepat," tulis pihak rumah sakit dalam sebuah pernyataan seperti mengutip Associated Press.

Kebakaran juga menyebabkan seorang pasien lainnya mengalami luka bakar. Sementara pasien lainnya dievakuasi dari ruang perawatan.

Petugas pemadam kebakaran yang memadamkan api mendapati ventilator, tempat tidur, dan perlengkapan medis lainnya telah hangus terbakar. Api dilaporkan tidak menyebar ke ruangan lain di rumah sakit.

Sebulan sebelumnya kebakaran juga terjadi di salah satu pusat karantina pasien virus corona di ibu kota Kairo. Tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam kebakaran tersebut.

Kebakaran yang terjadi dalam dua bulan terakhir di rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 menyoroti upaya serius Mesir menangani penyebaran virus corona. Terlebih Mesir berencana mencabut pembatasan dengan membuka kembali kafe, pusat kebugaran, dan klub olah raga di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

Data statistik John Hopkins University hingga Selasa (30/6) menunjukkan Mesir memiliki 66.754 pasien virus corona dengan 2.872 orang meninggal dunia. (*/wan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/