Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai Iptu Irmon diruang kerjanya.

Mentawai, Kupasonline -- Korban pencabulan KL(16) dilakukan oleh mantan oknum pendeta diduga mengalami depresi lalu korban nekat minum racun. Dengan kejadian itu korban lalu dirawat di RSUD Kabupaten kepulauan Mentawai untuk mendapatkan pertolongan dan penyelamatan, akhirnya segala upaya penyelamatan korban sudah diupayakan oleh tim medis akan tetapi korban tidak dapat tertolong lagi.

Maka dengan meninggalnya korban KL(16) pada hari Minggu 28 Juni 2020  sekira pukul 13.00 wib di RSUD Mentawai, Polres Kepulauan Mentawai segera melakukan  pengembangan kasus ini supaya tersangka RP(48) dapat dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku atas perbuatan pelaku pencabulan.

"Pihak kepolisian Polres Kepulauan Mentawai  dengan segala upaya melakukan pengawasan terhadap korban selama proses hukum dilakukan terhadap tersangka, dan  korban diawasi sangat ketat oleh pihak Polres Mentawai dengan menitipkan korban KL(16)  di rumah satu marga dengannya, dimana dirumah keluarga satu marga korban itu  anaknya tugas di Polres Mentawai," sebut Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai Iptu Irmon di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2020).

Meskipun korban telah meninggal dunia namun proses hukumnya tetap dilaksanakan, sekarang tersangka pelaku pencabulan dikenakan pasal dengan seberat-beratnya, tegas Kasatreskrim

Dikatakan Irmon, sesuai keterangan dari korban semasa hidupnya Berita Acara Perkara (BAP)  sudah lengkap walaupun ia sudah meninggal, dan nantinya BAP akan dibacakan dalam pengadilan, saat ini  berkasnya  tersangka sudah dilimpahkan di kejaksaan yang mana akan di sidang dalam waktu dekat, kata Kasatreskrim.

Walau  korban sudah meninggal, proses  pengadilan juga tidak akan mempengaruhi hukuman kepada tersangka, berhubung korban sudah meninggal dunia dan tidak bisa dihadirkan dalam proses persidangan, keterangan korban sudah dipenuhi  dan di lengkapi sebelum  meninggal, terang Kasatreskrim.

"Kasus atas kejadian ini tidak mempengaruhi hukuman terhadap tersangka, dalam proses hukum kita tidak pandang siapa  ataupun berasal dari mana, walau tokoh agama tidak akan memengaruhi proses hukumnya," jelasnya.

Pihak penegak hukum yang akan menangani perkara ini akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan perbuatannya dan terkait ini korban pencabulan dibawah umur hingga depresi sehingga meninggal dunia, Hukumannya dapat diperberat dengan seberat-beratnya tuntutan Hukumannya maksimal 15 tahun penjara, ucap Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai Iptu Irmon. (ash)
 
Top
/* Pengunci navbar*/