Banyumas – Keberadaan ratusan anggota TNI di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler 108 Kodim 0701 banyumas, juga dimanfaatkan oleh Rojikin (22), warga setempat RT. 02 RW. 03, untuk menjajakan jagung rebus keliling.

Dirinya mengaku mencoba mencari peruntungan ekonomi dengan menyisir dimana anggota TNI berada.

Kehadiran TMMD telah berdampak langsung baginya, dan tentunya bagi seluruh petani dan buruh tani dengan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 1,8 kilometer lebar 3,75 meter, dimana progres di hari ke-17 TMMD Reguler mencapai 1,2 kilometer. Kamis (16/7/2020).

“Adanya TNI di desa kami telah membawa gairah ekonomi. Jual apa saja laku asalkan kebutuhan pokok sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya juga, dampak ekonomi tersebut lebih dirasakan terutama saat krisis ekonomi pandemi covid saat ini.

Jika jalan itu jadi nanti, dirinya memastikan banyak warganya yang berjualan di Obyek Wisata Curug Nangga yang berada di ujung jalan tersebut. Pasalnya, selama ini yang menjadi obyek wisata andalan adalah Bukit Watu Kumpul, karena untuk mengakses air terjun bertingkat tujuh itu wisatawan harus berjalan kurang lebih 2 kilometer menyusuri jalan batu setapak dari lokasi parkir di Dukuh Petahunan.

“Jalan TMMD itu juga akan membuka peluang obyek wisata lain di desa saya, yaitu Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan, petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong, dan juga Makam Eyang Gusti Aji,” pungkasnya. (Aan)
/>
 
Top
/* Pengunci navbar*/