Banyumas – Walaupun belum dibuka untuk umum terkait pandemi, namun ketenangan saat bermalam di Objek Wisata Watu Kumpul, di Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuat komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kecamatan Gumelar, Banyumas, melakukan camping selama dua malam. (11-12/7/2020).

Waskun (55), perangkat Desa Kedungurang, Kecamatan Gumelar menjelaskan, komunitas RAPI datang ke Watu Kumpul sejumlah 25 orang.

“Kami datang untuk menenangkan jiwa dengan menikmati keindahan Kota Banyumas, Purwokerto dan Cilacap, dari puncak bukit Watu Kumpul,” ungkapnya.

Sementara disampaikan Sekdes/Carik Patahunan, Sukmono (37), pihaknya dan masyarakat setempat berharap wabah covid-19 segera berlalu sehingga perekonomian masyarakat cepat bangkit kembali dari sektor pariwisata.

“Semenjak adanya wabah virus corona, wisata di desa kami juga terdampak sepinya pengunjung, sehingga banyak warga kami yang sementara menutup usaha jualan di obyek wisata ini,” ujarnya.

Namun dibalik pandemi ini, Desa Petahunan malah mendapatkan program TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas, dimana sasaran fisiknya adalah membangun jalan beton sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 3,7 meter ke arah obyek wisata air terjun bertingkat tujuh atau Curug Nangga, sekaligus sebagai Jalan Usaha Tani (JUT).

”Dengan dibangunnya jalan tersebut, juga membuka potensi wisata lainnya yang sebelumnya tidak dikenal orang, yaitu Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan, Makam Eyang Gusti Aji dan petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong,” imbuhnya.

Untuk itulah dirinya mewakili Pokdarwis dan masyarakat Petahunan, mengucapkan terima kasih khususnya kepada Kodim Banyumas, atas adanya pembangunan akses tersebut.

Pun dengan publikasi TMMD Reguler secara besar-besaran, yang juga mengangkat potensi masyarakat dan sejumlah obyek wisata terpendam tersebut, sehingga desanya siap menyandang sebagai desa wisata setelah jalan TMMD itu selesai. (Aan)
 
Top
/* Pengunci navbar*/