Kebijakan Dispensasi Nikah, Mencegah Nikah Dini atau Legalisasi Seks Bebas?

Oleh: Silmi Dhiyaulhaq, S.Pd Angka pernikahan dini di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data BPS dan UNICEF yang menggunakan data S...

Oleh: Silmi Dhiyaulhaq, S.Pd

Angka pernikahan dini di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data BPS dan UNICEF yang menggunakan data Susenas 2008-2012 dan Sensus Penduduk 2010, mencatat sekitar 340 ribu anak perempuan di bawah 18 tahun menikah setiap tahunnya. Peningkatan terjadi pada perempuan usia antara 15 hingga 18 tahun. (megapolitan.okezone.com) 
Meskipun saat ini pemerintah sudah merevisi batas usia minimal perkawinan di Indonesia menjadi 19 tahun melalui Undang-undang Nomor 16 tahun 2019 ternyata praktik pernikahan dini di Indonesia tetap marak. 

Selain itu, ada aturan yang menetapkan penyimpangan batas usia minimal dalam pernikahan hanya bisa melalui permohonan dispensasi ke pengadilan. Faktanya, regulasi ini belum menekan praktik pernikahan dini di Indonesia. Dispensasi ke pengadilan semakin meningkat. Sebagaimana dilansir Kompas.com (08/07/2020) bahwa telah terjadi lonjakan angka pernikahan dini di masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2020 angka tertinggi berasal dari Provinsi Jawa Barat. 
Menurut Dosen Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Dr. Susilowati Suparto, M.H., peningkatan angka pernikahan dini di masa pandemi Covid-19 salah satunya ditengarai akibat masalah ekonomi. Kehilangan mata pencaharian berdampak pada sulitnya kondisi ekonomi keluarga. “Para pekerja yang juga orang tua tersebut seringkali mengambil alternatif jalan pintas dengan menikahkan anaknya pada usia dini karena dianggap dapat meringankan beban keluarga,” ungkap Susilowati dalam Webinar “Dispensasi Nikah pada Masa Pandemi Covid-19: Tantangan Terhadap Upaya Meminimalisir Perkawinan Anak di Indonesia” yang digelar FH Unpad, Jumat (3/7).

Selain itu, adanya kebijakan penutupan sekolah dan pemberlakuan belajar di rumah juga menjadi salah satu pemicu maraknya pernikahan dini. Susilowati menuturkan, aktivitas belajar di rumah mengakibatkan remaja memiliki keleluasaan dalam bergaul di lingkungan sekitar. Ini terjadi bila pengawasan orangtua terhadap anaknya sangat lemah. “Tidak dapat dihindari terjadinya pergaulan bebas yang mengakibatkan Kehamilan di Luar Nikah dan menyebabkan angka dispensasi meningkat di masa pandemi ini” tambahnya.

Dosen FH Unpad lainnya, Dr. Sonny Dewi Judiasih, M.H.CN., menjelaskan, praktik perkawinan di bawah umur rentan terjadi pada perempuan di pedesaan yang berasal dari keluarga miskin serta tingkat pendidikan yang rendah. Sejumlah faktor yang memengaruhi praktik pernikahan dini ini di antaranya adanya faktor geografis, terjadinya insiden hamil di luar nikah, pengaruh kuat dari adat istiadat dan agama, hingga minimnya akses terhadap informasi kesehatan reproduksi. Semestinya, kata Sonny, pengadilan jangan mempermudah izin dispensasi kawin. Fakta di lapangan, hampir 90 persen permohonan dispensasi perkawinan dikabulkan oleh hakim. Hal ini menjadikan Indonesia kerap bertahan di jajaran negara dengan angka pernikahan dini tertinggi di dunia.

Salah satu alasan mendesak yang dimaksud adalah terjadinya kehamilan di luar nikah. Ketua Pengadilan Agama Kota Semarang Anis Fuadz mengakui, hamil sebelum nikah menjadi alasan paling banyak bagi pasangan yang mengajukan nikah dini. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Semarang bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), 83 persen pernikahan dini yang terjadi di Kota Semarang disebabkan lantaran hamil di luar nikah. (rri.co.id)  Pun dengan permohonan yang dikabulkan PA, selama ini kebanyakan karena mendesak yaitu hamil. “Yang dikabulkan karena alasan mendesak guna melindungi si anak, tapi kalau tidak ya bisa ditunda,” imbuhnya.

Data ratusan remaja yang mengajukan dispensasi nikah di berbagai daerah memang tidak semua karena hamil di luar nikah. Bagi remaja yang menikah dini bukan karena kehamilan di luar nikah tidak dianggap mendesak sehingga pengadilan akan meninjau pengajuan tersebut sebagai pengajuan yang dapat ditunda. Dari kondisi ini semakin menegaskan kepada kita bahwa dua problema yang lahir dari kebijakan dispensasi nikah ini, pertama hendaknya dijalankan bersamaan dengan pendewasaan usia perkawinan dengan harapan menurunkan angka pernikahan dini, kedua menjadi ‘jalan keluar’ untuk memaklumi fenomena seks bebas di kalangan remaja.

Tingginya pernikahan dini akibat terjadinya kehamilan di luar nikah hendaknya menjadi perhatian bersama. Bila kita telaah, sebenarnya yang diperlukan oleh bangsa ini bukan larangan nikah dini dan dispensasi nikah. Bangsa ini lebih membutuhkan pemberlakuan sistem ijtimaiy (pergaulan) Islam agar generasi siap memasuki gerbang keluarga dan mencegah seks bebas remaja. Dispensasi nikah karena seks bebas tidak hanya berdampak individual tapi berpotensi melahirkan keluarga tanpa ketahanan dan generasi lemah. Karena dampak dari pernikahan dini akibat seks bebas ini biasanya berujung ke perceraian dan akhirnya anak menjadi korban. 
Di antara aturan yang ditetapkan Allah SWT bagi manusia adalah aturan mengenai tata cara pergaulan antara pria dan wanita. Antara lain, tidak berkhalwat (berduaan dengan nonmahram), ikhtilat (campur baur pria dan wanita), menutup aurat dengan sempurna bagi wanita ketika bertemu laki-laki yang bukan mahram, serta diberlakukan sanksi tegas bagi pelaku zina yakni dengan hukuman cambuk dan rajam sampai mati. Sehingga ada efek jera bagi pelaku zina. 
Selain itu negara perlu mengatur informasi apa saja yang dapat diakses oleh masyarakat. Jangan sampai konten pornografi dan pornoaksi mudah diakses apalagi oleh anak-anak. Negara harus mengeluarkan undang-undang yang menjelaskan garis-garis umum politik negara dalam mengatur informasi sesuai dengan ketentuan hukum-hukum syariah. Hal itu dalam rangka menjalankan kewajiban negara dalam melayani kemaslahatan Islam dan kaum muslimin, juga dalam rangka membangun masyarakat yang kuat, selalu berpegang teguh pada aturan Allah SWT. Sehingga di dalam masyarakat tidak ada tempat bagi pemikiran dan tayangan yang rusak dan merusak, juga tidak ada tempat bagi pengetahuan yang sesat dan menyesatkan. Masyarakat akan membersihkan keburukan berbagai pemikiran dan terwujud masyarakat yang senantiasa melakukan ketaatan dan kebaikan. Jauh dari perbuatan yang buruk dan tercela. Pernikahan menjadi sangat sakral dan mampu melahirkan generasi unggul serta memiliki ketahanan keluarga yang baik. Wallahu’alam bishshawab(*)

Berita Terkait

Name

Aceh,45,Advetorial,42,Agam,23,Bali,2,Bangka Belitung,115,Bukittinggi,36,Covid-19,90,Dharmasraya,6,Edukasi,7,Ekonomi,157,Headline,32,Hiburan,14,Hukrim,247,Hukum dan Kriminal,19,Internasional,78,Jakarta,5,Jawa barat,2,Jawa Tengah,16,Jawa Timur,3,Kalimantan Selatan,145,Kampar,51,Kepulauan Riau,8,Kesehatan,55,Kuliner,34,Lifestyle,117,Limapuluhkota,21,Medan,11,Mentawai,154,Nasional,151,Olahraga,89,Opini,84,Padang,117,Padang Panjang,13,Padang Pariaman,11,Papua,1,pariaman,11,Pariwisata,15,Parlemen,200,Pasaman,33,Pasaman Barat,162,Payakumbuh,59,Pendidikan,30,Peristiwa,35,Pesisir Selatan,47,Politik,46,Riau,92,Sawahlunto,45,Sijunjung,81,Solok,109,Solok Selatan,26,Sosial Budaya,1,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,31,Sumatra utara,1,Sumbar,515,Tanah Datar,16,Tips dan Trik,1,tmm,1,TMMD,577,TMMD Brebes,261,TMMD Karang Anyar,336,TMMD Kendal,446,TMMD Malinau,432,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Kebijakan Dispensasi Nikah, Mencegah Nikah Dini atau Legalisasi Seks Bebas?
Kebijakan Dispensasi Nikah, Mencegah Nikah Dini atau Legalisasi Seks Bebas?
https://1.bp.blogspot.com/-CXPIb8Cat68/Xye1yCaOR0I/AAAAAAAAVJs/fvSxplS9pAQlQy2YGfZNgLcZbxLqfDZMQCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200803-WA0005.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-CXPIb8Cat68/Xye1yCaOR0I/AAAAAAAAVJs/fvSxplS9pAQlQy2YGfZNgLcZbxLqfDZMQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200803-WA0005.jpg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2020/08/kebijakan-dispensasi-nikah-mencegah.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2020/08/kebijakan-dispensasi-nikah-mencegah.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content