Padang, Kupasonline--Jumlah kasus covid 19 di Padang kembali meningkat. Peningkatan ini dikatakan karena ada kasus impor dari orang yang datang dari luar kota Padang.

"Rata rata kasus yang ada sekarang berasal dari pendatang yang masuk ke kota Padang," sebut kepala dinas kesehatab Kota Padang, Ferimyani kepada media ini.

Untuk menekan jumlah kasus, kini diminta, 
warga Kota Padang yang ingin bepergian keluar Sumatera Barat maupun yang sebaliknya, diharuskan mengikuti aturan kesehatan Covid-19. Mereka diwajibkan melakukan tes swab saat akan masuk Kota Padang. 

“Bagi yang baru kembali daerah terjangkit atau zona merah, sampai di Padang harus melakukan tes swab,” sebut  Feri Mulyani Hamid, lagi.

Tes swab dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan warga . Jika kedapatan positif terjangkit, warga tersebut diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah. Hingga nantinya terbebas dari virus corona alias negatif. 

“Sebelum dipastikan hasilnya, jangan dulu beraktifitas di luar, kasihan warga lain bisa terpapar,” sebut Kadiskes. 

Ia menyebutkan, pihaknya terus berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker, apalagi di masa lebaran ini banyak yang lengah.

“Karena itu kita tetap edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker, apalagi di masa lebaran ini banyak yang lupa," tandasnya.

Walikota Padang, Mahyeldi menyebutkan,tingkat kesadaran masyarakat Kota Padang dalam mematuhi protokol kesehatan tetap yang paling tinggi di Sumbar. Cuma karena Padang merupakan ibu kota Sumbar dan aktifitas keluar masuk orang tinggi, maka angak yang positif masih juga yang tertinggi di Sumbar. "Saya kira justru kesadaran masyarakat Kota Padang tetap nomor 1 di Sumbar untuk menjalani protok lol kesehatan," tandas Mahyeldi.

Namun sosialisasi menurutnya tetap terus dilakukan agar masyarakat tidak lupa dan mengabaikan protokol kesehatan. "Sosialisasi tetap jalan terus. Kita senantiasa mengingatkan masyarakat untuk patuhi protokol kesehatab," tandasnya. (tin)
 
Top
/* Pengunci navbar*/