BREAKING NEWS

02 August 2020

Primitif Modern

H. Asril Manan
Salah satu akibat dari sistem demokrasi kapitalis dan liberal yang kita terapkan di bumi Indonesia setelah 22 tahun berlalu, adalah hilangnya pengaruh semua partai yang punya ideologi Islam.

Walaupun dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (ADART), visi dan misinya masih tercantum perjuangan terhadap ideologi Islam, tapi dalam prakteknya tidak ada lagi. Kekuasaan dan kemewahan sudah meracuni jiwa mereka.

Kalau dahulu kita sangat mengkhawatirkan sistem multipartai yang sangat boros, yang akan menimbulkan raja-raja kecil di daerah. Malahan sekarang yang muncul justru fir'aun-fir'aun kecil, dengan nafsu angkara murkanya berkuasa dan bermewah-mewah, serta melupakan tanggung jawab terhadap rakyatnya, dan merasa sakit hati jika dikritik tindakannya yang tidak disenangi masyarakat.

Dengan covid 19 ini, kita sudah melihat dengan nyata sikap primitif modern dari para pemimpin kita dari pusat hingga ke daerah. Sehingga merubah kebiasaan pola hidup yang agamis kepada pola hidup yang duniawi. Karena *yang berhak untuk ditakuti hanya Allah SWT*, yang sekarang telah berubah menjadi takut kepada covid.

Sikap primitif modern ini juga masuk kepada kalangan intelektual, dimana akademisi kampus yang diharapkan sebagai kontrol sosial demi kepentingan masyarakat sekarang sudah terbawa arus dan hanyut dikulum untuk kepentingan politik.

Kenapa ini bisa terjadi?. Sehingga primitif modern sudah merupakan pola kehidupan baru. Ini akibat dari lembaga-lembaga yang seharusnya independen sudah ditunggangi oleh kepentingan politik yang tidak beradab. 

Ada 4 lembaga yang seharusnya independen, yakni Lembaga Pendidikan, Lembaga Hukum dan Keadilan, Lembaga Kesehatan, dan Lembaga Keagamaan yang pada saat ini sudah ditunggangi oleh sistem demokrasi kapitalis dan liberal, yang menimbulkan sikap hidup primitif modern yang gampang untuk dijajah.

Sebagai penutup, menurut pandangan pribadi kita harus berevolusi untuk merubah sistem demokrasi kapitalis dan liberal ini kepada sistem demokrasi Pancasila, yang sangat diharapkan dapat terlaksana.

Banyak maaf,
Asril Manan

Share this:

Peristiwa

Parlemen

Pendidikan

Kuliner

Hiburan

Olahraga

Lifestyle

Pariwisata

 
Copyright © 2014 KUPASONLINE.COM. Designed by OddThemes
Redaksi Disclaimer Kode Etik Jurnalistik Pedoman Media Siber