BANYUMAS - Jika awalnya dipuja-puja sebagai alat primadona yang selalu membantu pekerjaan TMMD, angkong saatnya tidak berfungsi manakala pembangunan jalan, yang merupakan sasaran fisik TMMD Reguler ke-108 Kodim 0701/ Banyumas, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sampai di tanjakan tajam.

Babinsa Petahunan, Serka Eko Budi Wiyono mengemukakan, tidak selamanya angkong menjadi "dewa" penolong di pembangunan jalan TMMD. Disaat pembangunan jalan sampai di titik ketinggian, dipastikan angkong tidak berfungsi.

''Bagaimana bisa berfungsi, tanjakan jalannya tajam, justru kalau memakai angkong akan repot dan lebih menguras energi, sehingga yang paling pas dengan cara manual, saat langsir material maupun adukan,'' jelas Serka Eko BW. 15/7/2020.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu, pengecoran dipastikan akan melambat. Dan situasi itu tidak bisa ditawar. ''Medan seperti ini yang menjadikan progres pembangunan jalan TMMD minim,'' tambah Serka Eko. (Ags)
 
Top
/* Pengunci navbar*/