Epidemiolog Soal Masyarakat Ragu Vaksin: Banyak yang Bingung

Jakarta, Kupasonline -- Epidemiolog Pandu Riono menilai hasil survei Lapor Covid-19 yang menemukan masih banyak yang ragu pada vaksin virus ...



Jakarta, Kupasonline -- Epidemiolog Pandu Riono menilai hasil survei Lapor Covid-19 yang menemukan masih banyak yang ragu pada vaksin virus corona itu tak lain karena kebingungan masyarakat terkait informasi-informasi yang beredar selama ini.

Selain itu, sambung Pandu, sejauh ini belum ada kandidat vaksin Covid-19 yang telah lulus uji klinis fase 3 sehingga tak heran masyarakat pun masih ragu-ragu.

"Masyarakat itu bingung, mana [informasi] yang bisa dipercaya, karena bingung makanya ada kelompok yang tidak percaya pada vaksin, bukan antivaksin. Tapi, mereka tidak percaya saja," kata Pandu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (14/10) malam.

"Hingga saat ini, belum ada kandidat vaksin yang sudah lolos uji klinis tahap 3, makanya bingung," imbuh pria yang juga pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tersebut.

Menurut Pandu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki peran dalam hal kepercayaan masyarakat pada vaksin. Apabila WHO mengumumkan kandidat vaksin untuk menghadapi virus corona, maka ada potensi masyarakat bisa percaya dan mau menggunakan vaksin Covid-19.

Meski dalam kasus di Indonesia, Pandu mengatakan, masih ada beberapa kelompok yang enggan mendapat vaksin karena takut akan efek sampingnya. Padahal vaksin tersebut telah teruji klinis.

"Salah satu indikator kepercayaan masyarakat [WHO] mungkin, tapi tidak bisa 100 persen karena masih ada yang tidak mau divaksin, takut pada efek sampingnya," katanya.

Hampir senada, epidemiolog lain, Masdalina Pane juga melihat keraguan yang masih menyelimuti sebagian masyarakat itu wajar karena sosialisasi tentang vaksin tidak menyeluruh.

Contohnya pemerintah tidak menginformasikan bahwa proses penelitian vaksin tersebut belum selesai. Sehingga, masyarakat yang tahu informasi ini tentunya akan memilih ragu-ragu menggunakan vaksin.

"Keraguan masyarakat juga ada benarnya karena sosialisasi tentang vaksinasi sendiri tertinggal jauh dengan informasi tentang terhentinya penelitian vaksin di beberapa negara, ditambah lagi proses penelitian fase 3 belum selesai di banyak negara," kata Masdalina.

Selain itu, Masdalina juga menilai pemerintah terlalu terburu-buru menginformasikan vaksinasi Covid-19. Padahal, sambungnya, hasilnya belum diketahui jelas apakah aman untuk digunakan masyarakat karena belum rampungnya uji klinis fase 3 itu di mana-mana.

"Saya kira pemerintah juga terburu-buru menginformasikan sesuatu yang belum jelas hasilnya. Mempersiapkan sistem untuk melakukan vaksinasi penting, tetapi tidak perlu juga mengumbar janji terlalu berlebihan bahwa ini akan mampu mengendalikan pandemi," tuturnya.

Untuk diketahui, Lapor Covid-19 sebelumnya melakukan survei Pemahaman dan Kepercayaan Masyarakat terhadap Vaksin dan Obat Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan hasil survei tersebut, sebagian masyarakat masih ragu menerima vaksin Sinovac dan Merah Putih.

Kolaborator Ahli Lapor Covid-19 Dicky Pelupessy mengatakan, 69 persen responden ragu-ragu menerima vaksin Sinovac-Biofarma, dan 56 persen responden ragu-ragu tidak bersedia menerima vaksin Merah Putih hasil kolaborasi Eijkman-Biofarma.

Meski demikian, banyak responden lebih memilih menggunakan vaksin Merah Putih milik Eijkman ketimbang vaksin Sinovac yang didatangkan pemerintah dari China. Sebanyak 44 persen responden memilih menggunakan vaksin merah putih, sementara untuk vaksin Sinovac ada 31 persen responden.

Rincian temuan lainnya adalah 27 persen responden ragu-ragu menggunakan vaksin covid-19 Sinovac, 32 persen tidak setuju, 10 persen sangat tidak setuju. Sementara untuk vaksin merah putih, 37 persen responden mengaku ragu-ragu, 3 persen tidak setuju, 16 persen sangat tidak setuju. Dilansir dari Cnn Indonesia.

(*/dvi)

COMMENTS

Berita Terkait

Name

Aceh,46,Advetorial,47,Agam,23,Artikel,11,Babel,20,Bali,3,Bangka Belitung,242,Bukittinggi,59,Covid-19,206,Dharmasraya,11,Edukasi,7,Ekonomi,199,Headline,289,Hiburan,40,Hukrim,318,Hukum dan Kriminal,33,Internasional,127,Jakarta,5,Jawa barat,12,Jawa Tengah,29,Jawa Timur,3,Kalimantan Selatan,145,Kampar,51,Kepulauan Riau,8,Kesehatan,65,Kuliner,43,Lifestyle,156,Limapuluhkota,22,Loker,1,m,1,Medan,12,Mentawai,223,Nasional,268,Olahraga,123,Opini,84,Padang,158,Padang Panjang,29,Padang Pariaman,17,Papua,1,pariaman,16,Pariwisata,20,Parlemen,216,Pasaman,36,Pasaman Barat,178,Payakumbuh,114,Pendidikan,38,Peristiwa,81,Pesisir Selatan,114,Politik,59,Riau,92,Sawahlunto,63,Sijunjung,93,Solok,140,Solok Selatan,38,Sosial Budaya,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,31,Sumatra utara,1,Sumbar,620,Tanah Datar,23,Teknologi,10,Tips dan Trik,26,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Epidemiolog Soal Masyarakat Ragu Vaksin: Banyak yang Bingung
Epidemiolog Soal Masyarakat Ragu Vaksin: Banyak yang Bingung
https://1.bp.blogspot.com/-rbmUmna_swo/X4jsEg_G_fI/AAAAAAAAADI/BKe6MzK2C7g_t3ADNCgXjOSMXJB-SjkOACLcBGAsYHQ/s320/lab-sinovac-biotech-1_169.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-rbmUmna_swo/X4jsEg_G_fI/AAAAAAAAADI/BKe6MzK2C7g_t3ADNCgXjOSMXJB-SjkOACLcBGAsYHQ/s72-c/lab-sinovac-biotech-1_169.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2020/10/epidemiolog-soal-masyarakat-ragu-vaksin.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2020/10/epidemiolog-soal-masyarakat-ragu-vaksin.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content