Menyusuri Hutan Produktif Guo, Bukti Kepedulian Tinggi Terhadap Kelestarian Lingkungan

SHARE:

Suasana yang hijau dan asri di Hutan Guo Lubuk Minturun   Laporan :  Sri Agustini---Lubuk Minturun Pagi yang cerah, sinar matahari menyeru...

Suasana yang hijau dan asri di Hutan Guo Lubuk Minturun

 Laporan :  Sri Agustini---Lubuk Minturun

Pagi yang cerah, sinar matahari menyeruak di sela-sela dedaunan. Suasana hijau nan mendamaikan hati makin diperindah dengan  suara kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon.

Sejauh mata memandang, hamparan hutan nan hijau menyejukkan mata.  Suasana ini bisa kita dapatkan di hutan produktif yang berada di  Guo Lubuk Minturun,  kelurahan Kuranji, kecamatan Kuranji, Kota Padang. Kawasan ini juga menjadi tempat favorit warga Kota Padang  untuk berolahraga pagi. Hal ini terlihat dari lalu lalang  orang melintasi jalan yang membelah hutan Guo ini. Ada yang datang dengan mengayuh sepeda, sepeda motor. Dan ada pula yang datang dengan berjalan kaki.

Untuk bisa sampai ke lokasi hutan ini, kita bisa melewati akses jalan utama Gunung Sariak. Tak berapa jauh dari lokasi penambangan galian C Gunung Sarik, ada simpang yang menghubungkan kita ke Guo. Sepanjang jalan Guo ini kita akan disuguhi suasana pedesaan dengan hamparan sawah yang luas yang juga dijejali dengan rumah-rumah penduduk. Setelah menyusuri jalan sekitar 2 kilometer, kita akan melihat  sungai-sungai dengan air yang jernih serta bebatuan yang besar.  Suara gemercik air begitu menenangkan setiap telinga yang mendengarkan. Apalagi sampai menyentuh air dingin yang berasal dari bebukitan itu.

Menjelang sampai ke hutan Guo ini, kita akan bertemu tempat mengolahan air (IPA) Guo Kuranji  milik Perumda Air Minum Kota Padang. Di sekeliling bangunan yang dicat  dengan nuansa biru itu ada sungai yang cukup besar dan jernih airnya serta dijejali batu batu besar.

Setelah melewati IPA Guo ini, barulah kita dihadapkan dengan Hutan Guo. Aksesnya cukup menanjak. Posisi hutan ada   di sisi kiri dan kanan jalan beton dengan lebar sekitar 3 meter. Lokasi ini begitu hijau merona dan lebat ditumbuhi berbagai  tanaman produktif. Seperti sengon, manggis, petai, rambutan, durian, asam, mangga, jengkol,alpukat, dan berbagai tanaman lainnnya.  Di tepi sungai juga terlihat tanaman bambu yang rindang memagar rapi  tebing sungai.

Suasananya begitu sejuk terasa ketika semilir angin menerpa tanaman bambu, membuat dedaunannya saling bergesekan dan melambai-lambai. Benar-benar tempat yang begitu tenang dan pas untuk melepas penat setiap minggu pagi bersama keluarga.

Sepanjang jalan di hutan ini, tak terihat ada bekas penebangan atau bunyi mesin chainsaw  meraung seperti kebanyakan hutan lainnya. Sepertinya warga di sana cukup sadar bahwa hutan sangat berharga dan harus dijaga kelestariannya.

"Alhamdulillah, kemarin ini dapat pula kembali bibit mangga dan durian. Langsung saja saya tanam," ungkap Liza (34), salahseorang warga Guo kepada media ini.  Liza sendiri mencari rezeki dengan memanfaatkan keindahan hutan dan air jernih dari Lubuk Minturun. Kebutulan ada cekungan sungai yang lebar dan bisa untuk mandi-mandi di dekat rumahnya. Dan  di dekat lokasi itu juga ada pula mushalla. Liza membuat pondok seadanya di pinggir sungai.  Di sana ia berjualan berbagai makanan ringan untuk para pengunjung yang singgah dan mandi mandi di sungai nan jernih itu.

Liza mengaku senang mendapat bantuan bibit tanaman produktif yang diberikan Perumda Air Minum Minum Kota Padang bekerjasama dengan instansi lainnya sejak beberapa tahun silam kepada warga Guo untuk menjaga kelestarian hutan. Dan hingga kini, bantuan itu terus diberikan.  "Programnya sudah lama. Empat tahun lalu tahun lalu saya sudah dapat. Tahun kini dapat lagi. Sudah saya tanam pula,"ujar Liza

Liza mengatakan, akibat banyaknya tanaman produktif yang dibagi-bagikan dan ditanam di hutan, warga  tidak pernah lagi menebang pohon karena tanaman  yang ada di hutan itu membuahkan hasil dan bisa menjadi penopang hidup keluarga mereka. "Tak ada lagi yang menebang pohon. Karena pohon menghasilkan semua," tandas Liza.

Media inipun berkesempatan mewawancarai tokoh masyarakat setempat yang juga Ketua Komonitas Peduli Sungai Guo, Amik (40). Menurut Amik, dulunya ketika belum ada penghijauan, air sungai Lubuk Minturun begitu mudah meluap saat hujan dan begitu cepat pula mengecilnya saat hujan berhenti. Namun sejak adanya penghijauan yang dilakukan oleh Perumda Air Minum Padang serta perusahaan perusahaan lainnya, air sungai jarang sekali meluap. Kalaupun sesekali meluap, itu karena intensitas hujan yang cukup tinggi. "Kalau nampak kasat matanya ya seperti itu. Sekarang air sungai Lubuk Minturun  jarang meluap setelah adanya penghijauan secara kontiniu," tandas Amik.

Ia berharap program ini terus berlanjut. Sehingga warga terbantu dan lingkunganpun terselamatkan. "Kalau bibit yang diberikan bermanfaat bagi warga, sudah pasti mereka mau menjaga dan merawatnya," kata Amik lagi.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kota Padang, Prof. DR. Ir. H.  Isril Berd mengatakan Perumda Air Minum Kota Padang tak bisa berjalan sendiri melakukan penghijauan. Karena dari data yang ada pada Forum DAS, 4000-4500 hektar hutan yang masuk wilayah Kota Padang harus dipulihkan kembali. Dan itu tak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Harus ada kerjasama yang melibatkan semua pihak dalam penangananya. Mulai dari pemerintah daerah, DPRD, BUMN, BUMD dan pihak swasta.

Menurut guru besar Universitas Andalas ini, penghijauan harus dilakukan secara holistik atau menyeluruh. Karena luas hutan yang butuh perbaikan saat ini sangat luas. "Kalau Perumda sendiri yang melakukannya tak akan sanggup," tandasnya.

Idealnya kata Prof Isril, ke depan Kota Padang harusnya memiliki suatu lembaga untuk mengurusi jasa lingkungan. Sehingga upaya pembenahan lingkungan yang dilakukan bisa terencana, berkelanjutan dan menyeluruh.  "DPRD harus pikirkan anggarannya," cetusnya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal mengatakan, program penghijauan hutan terus dilakukan oleh Perumda Air Minum Kota Padang sejak beberapa tahun silam bekerjasama dengan Forum DAS serta masyarakat. Tak hanya di Guo, kegiatan yang sama juga dilakukan kawasan Panukahan Lubuk Minturun, Lubuk Paraku, Jawa Gaduik serta lokasi-lokasi lainnya.

Tujuannya adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan terutama di daerah sumber-sumber air. "Kita berharap kawasan hutan ini selalu terjaga sehingga tetap bisa menyimpan air dan  mensuplai semua kebutuhan warga Kota Padang nantinya," tandas Hendra.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian hutan dengan tidak menebang pohon. "Kita akan sediakan terus bibitnya, masyarakat tinggal tanam, merawat dan memanfaatkannya," tandas Hendra lagi. (*)

 

 

COMMENTS

Berita Terkait

Name

Aceh,53,Advetorial,58,Agam,60,anak,1,Artikel,148,Babel,21,Bali,9,Bangka Belitung,642,Banten,140,Batam,1,Bukittinggi,163,Covid-19,504,Dharmasraya,46,Edukasi,7,Ekonomi,357,hea,1,Headline,1033,Hiburan,120,Hukrim,729,Hukum dan Kriminal,96,Internasional,321,Jakarta,57,Jawa barat,36,Jawa Tengah,136,Jawa Timur,109,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,82,Kesehatan,302,Kuliner,101,Lampung,4,Lifestyle,553,Limapuluhkota,24,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,15,Mentawai,418,Nasional,1003,Olahraga,188,Opini,84,Padang,263,Padang Panjang,101,Padang Pariaman,21,Papua,3,Pariaman,32,Pariwisata,33,Parlemen,269,Pasaman,39,Pasaman Barat,213,Payakumbuh,198,Pendidikan,47,Peristiwa,310,Pesisir Selatan,199,Politik,88,Riau,130,Sawahlunto,114,Sijunjung,113,Solo,5,Solok,244,Solok Selatan,67,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,29,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,35,Sumatra utara,7,Sumbar,1233,Tanah Datar,27,Teknologi,37,Tips dan Trik,199,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Menyusuri Hutan Produktif Guo, Bukti Kepedulian Tinggi Terhadap Kelestarian Lingkungan
Menyusuri Hutan Produktif Guo, Bukti Kepedulian Tinggi Terhadap Kelestarian Lingkungan
https://1.bp.blogspot.com/-IDfyPrrzwzs/X7uej793u6I/AAAAAAAAGsc/S39oRBCgb28GcQ4XucVS9PheZyFFWK4CACLcBGAsYHQ/w640-h640/WhatsApp%2BImage%2B2020-11-23%2Bat%2B18.29.19.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-IDfyPrrzwzs/X7uej793u6I/AAAAAAAAGsc/S39oRBCgb28GcQ4XucVS9PheZyFFWK4CACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h640/WhatsApp%2BImage%2B2020-11-23%2Bat%2B18.29.19.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2020/11/menyusuri-hutan-produktif-guo-bukti.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2020/11/menyusuri-hutan-produktif-guo-bukti.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content