Guru Non Muslim Masuk Madrasah, Sarat akan Pendangkalan Akidah? Oleh: Tyas Ummu Amira

SHARE:

Kupasonline- -Awal tahun 2021 dikejutkan dengan adanya banyak bencana yang datang silih berganti. Banjir, tanah longsor, gempa hingga erupsi...


Kupasonline-
-Awal tahun 2021 dikejutkan dengan adanya banyak bencana yang datang silih berganti. Banjir, tanah longsor, gempa hingga erupsi gunung berapi. Di tengah duka menyelimuti bangsa, sayangnya kebijakan yang dibuat seakan tak membuat angin segar. 

Kebijakan yang menuai polemik baru - baru ini ialah bahwa sesuai PMA, guru nonmuslim ditempatkan mengajar di lingkungan madrasah, tapatnya di MAN Tana Toraja. Aturan yang dibuat Kemenag ini dikhawatirkan sarat akan visi misi pendangkalan akidah umat Islam.

Dilansir dari SuaraSulsel.id, Analis Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Andi Syaifullah mengatakan, kebijakan penempatan guru beragama Kristen di sekolah Islam atau madrasah sejalan dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Republik Indonesia tentang Pengangkatan Guru Madrasah, khususnya pada Bab VI pasal 30.

PMA nomor 90 tahun 2013 telah diperbaharui dengan PMA nomor 60 tahun 2015 dan PMA nomor 66 tahun 2016, pada Bab VI pasal 30 dicantumkan tentang standar kualifikasi umum calon guru madrasah (khususnya pada poin a), yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Tidak disebutkan bahwa harus beragama islam," terang Andi Syaifullah, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama Sulawesi Selatan (30 /1/ 2021). 

Berdasarkan fakta kebijakan dari PMA di atas, tampak akan memberikan celah bagi guru non muslim untuk masuk dan mengajar di lingkungan madrasah. Padahal, madrasah identik sebagai sekolah khusus bagi umat beragama Islam, lingkungannya  kental dengan nuansa ajaran Islam yang ada di dalamnya.

Jika kita cermat, memang ini bukan dari kemaun guru yang nonmuslim tersebut. Akan tetapi, kelonggaran aturan PMA dari pemangku kebijakan di negeri ini. Masyarakat menjadi terpaksa mematuhui semua aturan yang berlaku meskipun itu bersebrangan dengan keyakinanya.

Lantas, kira-kira apa yang akan terjadi jika banyak guru nonmuslim yang ditugaskan di madrasah? Secara mendasar, setiap umat memiliki ajaran sesuai keyakinanya. Tidak sedikit bahwa tanpa disadari, selain materi ajar, dengan adanya interaksi intensif, akan terjadi tranfer pola pikir dan pola sikapnya. Sehingga membentuk kepribadian peserta didik. Pada akhirnya, mau tidak mau kondisi ini sangat mengarah pada adanya moderasi antara muslim dan nonmuslim. 

Padahal, ada batasan akidah. Hal ini bukanlah sesuatu yang layak untuk dimoderasi. Ini adalah hal mendasar tentang keyakinan/akidah tiap umat beragama. Jadi, tak patut untuk dicampuradukkan. Sebab, Islam adalah agama yang tegas. Sebagaimana firman Allah, 

“Janganlah kalian campur adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya.”(QS Al-Baqarah [02]: 42).


Sehubungan dengan ayat tersebut, Imam Qatadah dan Mujahid mengartikan ayat ini dengan, “Janganlah kalian campur adukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan Islam.”

Sehingga Islam memiliki hukum yang tegas dalam perkara keyakinan/akidah umat Islam. Islam juga memiliki toleransi kepada umat beragama lain berdasarkan aturan-aturan khusus, dengan tidak memaksa orang memasukinya. Sebagaiamana dalam firman Allah :

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

"Katakanlah, "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah men]adi penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.”

Dalam ayat lain Allah berfirman, 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”*_ 

(TQS. Ali Imran[3]: 118)

Mengapa hal ini bisa terjadi?  Tak lain karena diterapakannya sistem sekuler yang diemban negeri ini. Dalam sistem ini, aturan agama tak lagi boleh ikut campur dalam kehidupan manusia. Akibatnya,  semua kebijakan yang dibuat bedasarkan kemauan dan hawa nafsu manusia belaka. Aturan agama dianggap bisa mengebiri hasrat keserakahan mencari kebahagian jasmaniah. 

 Karenanya, dikhawatirkan ada upaya agar akidah umat Islam semakin rapuh serta menjauhakan umat dari nilai Islam yang sesunguhnya. Dengan berbagai strategi yang disematkan kepada umat Islam. Ada tuduhan radikal, teroris dan ektremis. 

Tak hanya itu, dengan mengaungkan pencampuradukan semua agama, pluralisme serta menpropagandakan ide-ide hendonisme kepada generasi muda sehingga orientasi hidup mereka hanya mengejar dunia tanpa memikirkan bekal untuk kehidupan akherat kelak.

Jadi, wajar jika output yang dihasilkan dari sistem pendidikan ala sekuler ini visi misinya matrealistik semata. Tak jarang, mental korup, pembohong, perampok, menjadi buah dari pendidikan yang disematkan dalam pola pikir dan pola sikap  generasi muda. Pemahaman yang jauh dari nilai Islam merancuni pemikiran mereka sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang rapuh dan rusak ditelan berbagai propoganda barat.

Lantas, bagaimankah pendidikan dalam Islam  dan memberikan solusi akan adanya pendangkalan akidah? 

Jalan satu-satunya agar pendangakalan akidah serta moderasi ini tidak semakin menggeliat dan eksis, harus ada campur tangan negara sebagai power terbesar memegang kendali atas semua kebijakan. Metode yang ditempuh ialah menerpakan sistem Islam berdasarkan akidah shahih sebagai pondasi utama untuk menjalankan semua aturan bedasarkan pedoman dari Illahi.

Langkah pertama ialah menguatkan akidah individu atau setiap umat Islam agar tidak tergerus dan goyah oleh berbagai macam propaganda kaum barat. Menanamkan sejak dini penegenalan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur semua urusan di dunia. Memahamkan konsep hakikat kehidupan bahwa Islam sebagai solusi atas semua prombelematika kehidupan.

Kedua, kontrol masyarakat dimana satu individu dengan individu lainya saling menjaga hubungan erat dalam rangka memperkokoh akidah dengan lebih peduli terhadap ancaman - acaman dari pihak lain khususnya non muslim / faham barat yang masuk di tengah - tengah masyarakat.

Ketiga, negara menerapkan aturan dan hukum - hukum Islam secara kaffah dalam sekup yang luas di bawah naungan daulah khilafah. Sehingga khalifah atau pemimpin umat Islam dapat memfilter semua pemahaman asing yang kiranya dapat merusak akidah umat. Tidak lupa melegalisasi hukum-hukum syara' untuk menyelesaikan promblematika umat, yang bersumber dari Al-qur'an dan As Sunnah.

Waallhu'alam bishowab.

COMMENTS

Berita Terkait

Name

Aceh,53,Advetorial,62,Agam,82,anak,1,Artikel,149,Babel,21,Bali,9,Bangka Belitung,673,Banten,149,Batam,1,Bukittinggi,174,Covid-19,518,Dharmasraya,46,Edukasi,7,Ekonomi,369,hea,1,Headline,1052,Hiburan,128,Hukrim,747,Hukum dan Kriminal,99,Internasional,330,Jakarta,57,Jawa barat,36,Jawa Tengah,143,Jawa Timur,115,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,100,Kesehatan,315,Kuliner,102,Lampung,4,Lifestyle,572,Limapuluhkota,24,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,15,Mentawai,435,Nasional,1025,Olahraga,192,Opini,84,Padang,267,Padang Panjang,101,Padang Pariaman,21,Papua,3,Pariaman,32,Pariwisata,35,Parlemen,269,Pasaman,39,Pasaman Barat,213,Payakumbuh,206,Pendidikan,49,Peristiwa,312,Pesisir Selatan,199,Politik,88,Riau,130,Sawahlunto,117,Sijunjung,115,Solo,5,Solok,251,Solok Selatan,73,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,30,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,36,Sumatra utara,8,sumba,1,Sumbar,1275,Tanah Datar,27,Teknologi,37,Tips dan Trik,207,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Guru Non Muslim Masuk Madrasah, Sarat akan Pendangkalan Akidah? Oleh: Tyas Ummu Amira
Guru Non Muslim Masuk Madrasah, Sarat akan Pendangkalan Akidah? Oleh: Tyas Ummu Amira
https://1.bp.blogspot.com/-umsOTZ711Ik/YCybTGX2_tI/AAAAAAAACL8/pCrNcBhiJvk6fUxkEXW3BbPqz9865EX8wCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2021-02-17%2Bat%2B11.17.11.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-umsOTZ711Ik/YCybTGX2_tI/AAAAAAAACL8/pCrNcBhiJvk6fUxkEXW3BbPqz9865EX8wCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2021-02-17%2Bat%2B11.17.11.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/02/guru-non-muslim-masuk-madrasah-sarat.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/02/guru-non-muslim-masuk-madrasah-sarat.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content