Rasio Utang RI Dekati 40 Persen dari PDB

SHARE:

Sri Mulyani Jakarta,kupasonline-- Kenaikan rasio utang ini terjadi karena tingginya kebutuhan pembiayaan di tekanan ekonomi akibat pandemi ...

Sri Mulyani

Jakarta,kupasonline--
Kenaikan rasio utang ini terjadi karena tingginya kebutuhan pembiayaan di tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

"Rasio utang terhadap PDB sebelum krisis sekitar 30 persen, pandemi membuatnya menjadi 40 persen," ungkap Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, di diskusi virtual yang diselenggarakan LPEM UI, Kamis (18/2).

Rasio utang meningkat karena Indonesia mau tidak mau menjadikan utang sebagai sumber pembiayaan di tengah tingginya kebutuhan pendanaan untuk penanganan dampak pandemi covid-19. Begitu juga untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sebab, pemerintah tetap harus memastikan masyarakat memiliki daya konsumsi di tengah pandemi dengan memberi bantuan sosial (bansos), meski ruang fiskal dari penerimaan pajak sangat terbatas.

"Tapi, peningkatan utang untuk keberlangsungan perekonomian. Pendanaan menjadi sangat kritikal," jelasnya,dilansir dari cnn indonesia. 

Kendati begitu, Ani mengklaim kenaikan rasio utang Indonesia sejatinya masih lebih rendah dari negara-negara lain. "Tapi bukan berarti kita yang paling kompeten," imbuhnya.

Ani mengatakan utang mungkin bisa menjadi jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, tapi penarikannya tetap tidak mudah. Sebab, bila investor tak tertarik dengan kondisi investasi sebuah negara, maka ia tidak akan mengalirkan dananya.

Karena itu, kata Ani, Pemerintah Indonesia di tengah pandemi tetap memperbaiki iklim investasi di tanah air untuk menarik lebih banyak minat investor swasta dan asing. Salah satunya dengan menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja.

"Agar negara bisa mendatangkan modal swasta dan asing, kita harus menangani iklim investasi, salah satunya dengan omnibus law (UU Cipta Kerja). Ini adalah undang-undang yang menangani masalah banyak kerumitan birokrasi dan regulasi yang menghambat investasi," terang dia.

Tak hanya masalah iklim, pemerintah juga membentuk Lembaga Pengelola Investasi (Indonesia Investment Authority/INA). Lembaga itu akan mengelola investasi dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF).

"Institusi baru ini diperlukan karena Indonesia tidak bisa membangun sendiri hanya dari pembiayaan yang merupakan leverage dari utang. Harus ada instrumen dan institusi yang memberikan izin untuk memanfaatkan modal, menyeimbangkan pembiayaan. SWF INA salah satu upaya menarik lebih banyak modal swasta dan asing untuk membangun Indonesia," paparnya.

Sejalan dengan itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ikut terkerek, yaitu dari semula ditargetkan hanya 1,76 persen dari PDB, kini bengkak ke 6,09 persen dari PDB.

Pemerintah Indonesia pun mau tidak mau mengubah ketentuan batas defisit dari semula maksimal 3 persen dari PDB menjadi di atas 3 persen selama tiga tahun sejak 2020 hingga 2022.



COMMENTS

Berita Terkait

Name

Aceh,53,Advetorial,62,Agam,69,anak,1,Artikel,148,Babel,21,Bali,9,Bangka Belitung,662,Banten,142,Batam,1,Bukittinggi,170,Covid-19,508,Dharmasraya,46,Edukasi,7,Ekonomi,364,hea,1,Headline,1038,Hiburan,122,Hukrim,738,Hukum dan Kriminal,97,Internasional,326,Jakarta,57,Jawa barat,36,Jawa Tengah,137,Jawa Timur,110,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,91,Kesehatan,307,Kuliner,102,Lampung,4,Lifestyle,560,Limapuluhkota,24,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,15,Mentawai,426,Nasional,1015,Olahraga,190,Opini,84,Padang,266,Padang Panjang,101,Padang Pariaman,21,Papua,3,Pariaman,32,Pariwisata,33,Parlemen,269,Pasaman,39,Pasaman Barat,213,Payakumbuh,204,Pendidikan,48,Peristiwa,310,Pesisir Selatan,199,Politik,88,Riau,130,Sawahlunto,117,Sijunjung,114,Solo,5,Solok,247,Solok Selatan,68,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,29,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,35,Sumatra utara,7,Sumbar,1254,Tanah Datar,27,Teknologi,37,Tips dan Trik,201,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Rasio Utang RI Dekati 40 Persen dari PDB
Rasio Utang RI Dekati 40 Persen dari PDB
https://1.bp.blogspot.com/-wro7rlJkcEk/YC3yiraglmI/AAAAAAAACNg/w_5iOZ6azT4Dze6ldZTrcADiUs5q0nbsACLcBGAsYHQ/s320/srimulyani.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-wro7rlJkcEk/YC3yiraglmI/AAAAAAAACNg/w_5iOZ6azT4Dze6ldZTrcADiUs5q0nbsACLcBGAsYHQ/s72-c/srimulyani.jpg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/02/rasio-utang-ri-dekati-40-persen-dari-pdb.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/02/rasio-utang-ri-dekati-40-persen-dari-pdb.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content