Setelah Myanmar Melaksanakan Kudeta, Pengungsi Rohingya Semakin Takut Kembali

SHARE:

Pengungsi Rohingya Jakarta, Kupasonline — Pengungsi Rohingya asal Myanmar yang tinggal di kamp-kamp di Bangladesh mengutuk kudeta militer ya...

Pengungsi Rohingya


Jakarta, Kupasonline — Pengungsi Rohingya asal Myanmar yang tinggal di kamp-kamp di Bangladesh mengutuk kudeta militer yang terjadi di tanah air mereka dan mengatakan peristiwa itu membuat mereka lebih takut untuk kembali.


Operasi kontra pemberontakan oleh militer Myanmar pada tahun 2017 yang mengakibatkan pemerkosaan massal, pembunuhan, dan pembakaran desa mendorong lebih dari 700.000 Muslim Rohingya mengungsi ke negara tetangga Bangladesh.


Bangladesh telah menampung mereka di kamp-kamp pengungsi yang padat dan sangat ingin mengirim mereka kembali ke Myanmar yang mayoritas beragama Buddha. Beberapa upaya repatriasi di bawah kesepakatan bersama gagal karena Rohingya menolak untuk pergi, takut akan lebih banyak kekerasan di negara yang menyangkal hak-hak dasar mereka termasuk kewarganegaraan.


Para pengungsi pada Selasa (2/2) mengatakan bahwa mereka lebih takut dengan keadaan sekarang ini karena militer memegang kendali penuh.


"Militer membunuh kami, memperkosa saudara perempuan dan ibu kami, membakar desa kami. Bagaimana mungkin kami tetap aman di bawah kendali mereka? " kata Khin Maung, kepala Asosiasi Pemuda Rohingya di kamp-kamp di distrik Cox's Bazar.


"Setiap repatriasi damai akan sangat berdampak," katanya kepada kantor berita The Associated Press. "Ini akan memakan waktu lama karena situasi politik di Myanmar sekarang lebih buruk,'' tambahnya.


Para pejabat dari Myanmar dan Bangladesh bertemu bulan lalu untuk membahas cara-cara memulai repatriasi. Kementerian Luar Negeri Bangladesh tampaknya sangat mengharapkan upaya repatriasi ini bisa sukses dan mengatakan berharap untuk memulainya sekitar bulan Juni.


Tetapi para pengungsi mengatakan mereka sangat menentang pengambilalihan kekuasaan oleh militer.


"Kami mengutuk keras kudeta itu. Kami mencintai demokrasi dan hak asasi manusia, jadi kami khawatir kehilangan keduanya di negara kami," kata Maung.


"Kami adalah bagian dari Myanmar, jadi kami merasakan hal yang sama seperti rakyat Myanmar pada umumnya. Kami mendesak masyarakat internasional untuk bersuara menentang kudeta, " tambahnya.


'Akan lebih menyiksa kami'

Salah seorang pengungsi Rohingya, Mohammad Jaffar yang berusia 70 tahun, mengatakan mereka telah menunggu untuk kembali.


"Harapan bahwa kami harus kembali sekarang telah terputus oleh perubahan rezim di Myanmar ini," kata Jaffar. "Repatriasi tidak akan aman sama sekali di bawah rezim ini. ... Sekarang jika kami kembali ke tangan orang-orang yang bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap kami, kami mungkin harus menanggung rasa sakit dua kali lebih banyak dari sebelumnya."


Sementara, para pengungsi lainnya mengatakan repatriasi tidak mungkin dilakukan sekarang.


"Bahkan jika mereka mencoba memulangkan kami, kami tidak akan setuju untuk kembali dalam situasi saat ini. Jika mereka membawa kami kembali ke rezim itu, mereka akan lebih menyiksa kami," kata Nurul Amin salah seorang pengungsi Rohingya.


Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengatakan pada Senin (1/2) bahwa pihaknya berharap kudeta tidak akan menghambat repatriasi para pengungsi.


"Sebagai negara tetangga yang dekat dan ramah, kami ingin melihat perdamaian dan stabilitas di Myanmar. Kami bertekad kuat dalam mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan Myanmar dan telah bekerja dengan Myanmar untuk pemulangan Rohingya secara sukarela, aman dan berkelanjutan yang saat ini berlindung di Bangladesh," katanya.


Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan tindakan keras militer Myanmar terhadap Rohingya sebagai bentuk genosida. Secara total, lebih dari 1 juta pengungsi dilindungi oleh Bangladesh.


Kudeta pada Senin (1/2) adalah kemunduran demokrasi secara dramatis bagi Myanmar, yang muncul dari pemerintahan militer yang ketat dan isolasi internasional yang dimulai pada tahun 1962.(*)

COMMENTS

Berita Terkait

Name

Aceh,55,Advetorial,71,aga,1,Agam,253,anak,5,Artikel,159,Babel,21,Bali,11,Bangka Belitung,895,Banten,217,Batam,1,Bukittinggi,219,Covid-19,594,Dharmasraya,68,Edukasi,7,Ekonomi,444,hea,1,Headline,1178,Hiburan,181,Hukrim,864,Hukum dan Kriminal,103,Internasional,407,Jakarta,70,Jawa barat,41,Jawa Tengah,181,Jawa Timur,192,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,353,Kesehatan,375,Kuliner,132,Lampung,5,Lifestyle,674,Limapuluhkota,33,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,18,Mentawai,541,Nasional,1192,Olahraga,227,Opini,84,Padang,305,Padang Panjang,102,Padang Pariaman,25,Papua,3,Pariaman,34,Pariwisata,41,Parlemen,271,Pasaman,42,Pasaman Barat,221,Payakumbuh,239,Pendidikan,56,Peristiwa,361,Pesisir Selatan,203,Politik,92,Riau,134,Sawahlunto,136,Sijunjung,126,Solo,6,Solok,314,Solok Selatan,94,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,35,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,37,Sumatra utara,13,sumba,1,Sumbar,1607,Tanah Datar,29,Teknologi,37,Tips dan Trik,272,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Setelah Myanmar Melaksanakan Kudeta, Pengungsi Rohingya Semakin Takut Kembali
Setelah Myanmar Melaksanakan Kudeta, Pengungsi Rohingya Semakin Takut Kembali
https://1.bp.blogspot.com/-Oexe2j76KoY/YBuRqO1YxsI/AAAAAAAAG-I/bArt4H88eaE6y-2ujjN-dHeZtzWgL5VHwCLcBGAsYHQ/s320/35B2F8E1-B7C0-41F2-8D29-0679DBA2EBDA.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-Oexe2j76KoY/YBuRqO1YxsI/AAAAAAAAG-I/bArt4H88eaE6y-2ujjN-dHeZtzWgL5VHwCLcBGAsYHQ/s72-c/35B2F8E1-B7C0-41F2-8D29-0679DBA2EBDA.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/02/setelah-myanmar-melaksanakan-kudeta.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/02/setelah-myanmar-melaksanakan-kudeta.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content