Pengembangan Kasus Aborsi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Lain, Salah Satunya Diduga Ayah Biologis Bayi

SHARE:

Tangerang, Kupasonline-- Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten melakukan pengembangan kasus aborsi dengan tersangka seoran...



Tangerang, Kupasonline--Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten melakukan pengembangan kasus aborsi dengan tersangka seorang wanita berinisial WP (34) warga Pamulang, Kota Tangerang Selatan. 


Dari pengembangan atas kasus itu, polisi meringkus 2 orang lainnya sebagai tersangka. Kedua orang itu adalah HT (38) warga Perum Baros Indah Permai, Desa Kadu Agung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak yang merupakan pacar dari tersangka WP dan diduga merupakan ayah dari bayi yang dikandung WP. 


"Tersangka HT selain diduga merupakan ayah dari bayi yang diaborsi, juga yang menyuruh tersangka WP untuk melakukan aborsi. Tersangka HT juga yang membiayai aborsi," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Rabu (26/5/2021). 


Tersangka lain yang dibekuk polisi adalah seorang pria berinisial SW (43) di tempat berjualannya di kawasan Lemahabang, Cikarang, Bekasi. Di toko milik tersangka SW, polisi pun mengamankan barang bukti obat yang diduga penggugur kandungan berupa 17 butir pil Cytotec, 13 butir pil Opistan, 340 butir kapsul lancar haid, 14 butir pil Mefenamic Acid, 14 butir pil Amoxcillin, 7 butir pil Gastrul. 


"Petugas juga mengamankan barang bukti berbagai macam alat bantu seks, berbagai obat kuat, dan uang penjualan obat penggugur kandungan dari tersangka SW," ujar Wahyu. 


Kata Wahyu, tersangka SW menawarkan jasa menjual obat penggugur kandungan melalui website di internet. Untuk meyakinkan, tersangka SW kerap memberikan testimoni dari orang-orang yang diklaim berhasil menggugurkan kandungan karena obat atau bantuan dari tersangka SW. 


"Oleh karena itulah, tersangka WP atas perintah tersangka HT bergerak ke toko milik tersangka SW di Lemahabang untuk membeli obat penggugur kandungan," terang Wahyu. 


Kasus aborsi ini terungkap berkat laporan dari dokter di salah satu klinik bersalin yang ada di wilayah Balaraja. Saat itu, kata Wahyu, tersangka WP bersama seorang temannya mendatangi klinik untuk melakukan persalinan. 


Pihak klinik curiga karena tersangka WP menolak dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap padahal usia kelahiran yang belum cukup bulan atau prematur. 


"Akibat menolak dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, bayi laki-laki itu pun meninggal dunia. Pihak klinik pun melaporkan peristiwa itu ke Polsek Balaraja," tandas Wahyu. 


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 342 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.(yen)

COMMENTS

Berita Terkait

Nama

Aceh,60,Advetorial,82,aga,1,Agam,339,anak,7,Artikel,163,Babel,22,Bali,12,Bangka Belitung,1159,Banten,324,Batam,1,Bukittinggi,281,Covid-19,697,Dharmasraya,62,Edukasi,7,Ekonomi,529,hea,1,Headline,1333,Hiburan,239,Hukrim,1012,Hukum dan Kriminal,104,Internasional,500,Jakarta,70,Jawa barat,44,Jawa Tengah,259,Jawa Timur,240,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,508,Kesehatan,422,Kuliner,157,Lampung,8,Lifestyle,729,Limapuluhkota,38,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,19,Mentawai,656,Nasional,1379,Olahraga,264,Opini,84,Padang,338,Padang Panjang,107,Padang Pariaman,29,Papua,3,Pariaman,56,Pariwisata,47,Parlemen,274,Pasaman,45,Pasaman Barat,223,Payakumbuh,336,Pendidikan,58,Peristiwa,385,Pesisir Selatan,204,Politik,99,Riau,136,Sawahlunto,167,Sijunjung,136,Solo,7,Solok,416,Solok Selatan,131,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,39,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,39,Sumatra utara,16,sumba,1,Sumbar,1877,Tanah Datar,29,Teknologi,38,Tips dan Trik,308,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Pengembangan Kasus Aborsi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Lain, Salah Satunya Diduga Ayah Biologis Bayi
Pengembangan Kasus Aborsi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Lain, Salah Satunya Diduga Ayah Biologis Bayi
https://1.bp.blogspot.com/-hNRDy7XZ4Kg/YK5QjBrV5JI/AAAAAAAALlo/qHvc4mTaetAdv99Maysw30-Raz8nJLiAgCLcBGAsYHQ/s320/6F882FC9-52CD-4A3E-B9EB-A54533B25751.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-hNRDy7XZ4Kg/YK5QjBrV5JI/AAAAAAAALlo/qHvc4mTaetAdv99Maysw30-Raz8nJLiAgCLcBGAsYHQ/s72-c/6F882FC9-52CD-4A3E-B9EB-A54533B25751.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/05/pengembangan-kasus-aborsi-polisi.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/05/pengembangan-kasus-aborsi-polisi.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content