Sistim Pertanian Terpadu, Tumpangsari 4 Tahapan Bisa Menjadi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Ditengah Pandemi

SHARE:

Ana Lutfie pegiat pertanian terpadu integratif (kanan) dan Ketua umum PBI Blitar saat sarasehan di kebun duren Ngaglik Srengat Blitar, Kupas...

Ana Lutfie pegiat pertanian terpadu integratif (kanan) dan Ketua umum PBI Blitar saat sarasehan di kebun duren Ngaglik Srengat

Blitar, Kupasonline -
Pertanian dan perkebunan integeratif dengan metode empat tanaman menjadi satu paket dalam 1 lahan, sangat efektif dalam meningkatkan penghasilan terutama bagi masyarakat petani dimasa pandemi ini. Hal ini dikatakan pegiat pertanian dan perkebunan, Ana Lutfie saat disambangi oleh sejumlah awak media dirumahnya, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Jum'at (11/06/2021) sore.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menjelaskan, ada 4 tahap 1 paket dalam 1 lokasi yaitu, jangka panjang, menengah, sedang dan pendek.

•Jangka panjang (Tahunan) dengan menanam buah yang produksi buahnya semakin hari semakin banyak dan memiliki daya jual yang baik atau tinggi, seperti durian dan alpukat Markus Aligator.

"Kenapa kita memilih dua buah tersebut, karena dengan jangka waktu 4,5 tahun sudah bisa berbuah untuk durian dengan harga saat ini kurang dari 50 ribu untuk jenis lokal dan untuk varietas unggul bisa mencapai 50-500 ribu per bijinya. Sedangkan untuk alpukat Aligator bisa mencapai 300 juta per hektar dipanen pertama dalam waktu 3,5 tahun, dan akan meningkat dipanen kedua seiring dengan besarnya pohon," ungkap Ana Lutfie.

Sedangkan untuk jangka menengah (Bulanan), disele-sela tanaman durian atau alpukat bisa dibuat kolam untuk memelihara ikan melalui media terpal dengan ukuran menyesuaikan tempat. Jenis ikan yang dipilih bisa Lele, Gurami, Nila dan ikan Koi. 

"Apalagi jenis ikan Koi di daerah Blitar sangat terkenal baik nasional bahkan internasional. Dari kurasan air kolam tersebut juga bisa dibuat pupuk untuk menyiram tanaman," kata Lutfie. 

Selain itu juga bisa ditambah dengan beternak kambing, karena kambing ini tidak memerlukan waktu tahunan sudah bisa dijual.

"Untuk jangka menengah ini selain memelihara ikan juga bisa untuk ternak. Yang paling bagus untuk ternak kambing dan manfaatnya, kotoranya bisa dibuat pupuk," terangnya. 

Dan jangka pendek (Harian), kita bisa menanam sayur-mayur, untuk menjadi perputaran hariannya sambil menunggu yang utama panen.

"Kita bisa menanam sayuran berupa, Cabai, Sawi, Kangkung dan sebagainya. Hal ini bisa membuka peluang bisnis dan solusi terutama bagi masyarakat pedesaan, sebab kalau dilihat dari potensi yang ada di Kabupaten Blitar semua itu bisa dilaksanakan, baik secara individu masyarakat maupun kerjasama dengan pemerintah desa," paparnya.

Lebih lanjut Ana Lutfie mengatakan, ini bisa dilakukan disekitar pekarangan samping, depan serta belakang rumah banyak sekali lahan yang kosong, misalkan ada tanaman itupun bukan tanaman yang produktif. Harus ada inovatif dan kreatif untuk memanfaatkan lahan disekitar kita agar produktif dan menghasilkan. 

"Dengan harapan, setidaknya nanti kita bisa memanen setiap hari, tiap bulan dan tiap tahun. Boleh dikatakan kita punya penghasilan jangka pendek, menengah dan jangka panjang dengan kata lain tanaman tumpangsari. Solusi integeratif tersebut perlu dipecahkan melalui langkah-langkah integerasi dengan pembangunan ekonomi, yaitu fokus pada peningkatan pendapatan masyarakat," jlentrehnya.

Dikatakannya, dirinya sudah beberapa tahun ini berikhtiar bersama anak-anak muda Blitar membangun sektor pertanian atau perkebunan integeritas, yang didalamnya ada ikan, sayuran. 

Sementara itu, Muhammad Iskandar pengurus Perserikatan Bumdes Indonesia (PBI) yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, konsep sistem pertanian dan perkebunan integeritas 1 lokasi nantinya ada beberapa macam tanaman. Misalkan, luas tanah satu hektarnya ditengah-tengahnya dibikin kolam. 

"Kita sudah berusaha menciptakan percontohan pertanian perkebunan dengan konsep integeritas. Menurut pemetaan kita ada 2 wilayah Blitar yaitu Utara dan Selatan sungai Berantas yang dua-duanya mempunyai potensi yang sangat besar sekali. Sehingga dengan ide cemerlang dari Mas Lutfie bekerja sama dengan PBI bisa meningkatkan perekonomian desa ditengah pandemi," ucap pria yang akrab disapa Sendor ini.

Lebih lanjut, ketua PBI Blitar ini mengatakan, saat ini memang koordinasi dengan pemerintah daerah khususnya Blitar masih sangat minim, karena belum adanya kesempatan kami untuk bersilaturahmi ataupun audensi dengan pemerintah daerah terkait hal ini. 

"Namun seiring berkembangnya sistim pertanian terpadu ini nanti kami yakin pemerintah daerah pasti akan lebih memahami dan mengerti, dan kedepanya kami berharap adanya support terkait program sistim pertanian terpadu yang integratif ini, supaya lebih berkembang agar ekonomi masyarakat desa juga semakin meningkat khususnya di Blitar," pungkasnya

COMMENTS

Berita Terkait

Nama

Aceh,66,Advetorial,93,aga,2,Agam,415,anak,9,Artikel,166,Babel,22,Bali,13,Bangka Belitung,1292,Banten,364,Batam,2,Bengkulu,1,Bukittinggi,311,Covid-19,703,Dharmasraya,64,Edukasi,7,Ekonomi,581,hea,1,Headline,1428,Hiburan,276,Hukrim,1062,Hukum dan Kriminal,104,Internasional,551,Jakarta,71,Jawa barat,45,Jawa Tengah,272,Jawa Timur,267,Kalimantan Selatan,147,Kampar,51,Kepulauan Riau,517,Kesehatan,449,Kodim Bengkayang,834,Kuliner,157,Lampung,8,Lifestyle,730,Limapuluhkota,40,Loker,3,m,1,Makan4,1,Medan,19,Mentawai,722,Nasional,1520,Olahraga,297,Opini,84,Padang,374,Padang Panjang,108,Padang Pariaman,29,Papua,3,Pariaman,59,Pariwisata,47,Parlemen,276,Pasaman,45,Pasaman Barat,226,Payakumbuh,340,Pendidikan,58,Peristiwa,386,Pesisir Selatan,211,Politik,117,Riau,139,Sawahlunto,182,Sijunjung,147,Solo,7,Solok,484,Solok Selatan,153,Sosial Budaya,1,sulawesi barat,6,Sulawesi Selatan,39,Sulawesi Tenggara,12,Sumatera Selatan,40,Sumatra utara,18,sumba,1,Sumbar,2054,Tanah Datar,30,Teknologi,38,Tips dan Trik,309,tmm,14,TMMD Brebes,877,TMMD Karang Anyar,2822,TMMD Kendal,1344,TMMD Malinau,496,
ltr
item
KUPASONLINE.COM: Sistim Pertanian Terpadu, Tumpangsari 4 Tahapan Bisa Menjadi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Ditengah Pandemi
Sistim Pertanian Terpadu, Tumpangsari 4 Tahapan Bisa Menjadi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Ditengah Pandemi
https://1.bp.blogspot.com/-ym1ebA6yYI8/YMa6LHu7ejI/AAAAAAAAFZ0/37kiPx_Lk2wVtXXKBC2CIhWisxPHvecuQCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2021-06-14%2Bat%2B09.03.06.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-ym1ebA6yYI8/YMa6LHu7ejI/AAAAAAAAFZ0/37kiPx_Lk2wVtXXKBC2CIhWisxPHvecuQCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2021-06-14%2Bat%2B09.03.06.jpeg
KUPASONLINE.COM
https://www.kupasonline.com/2021/06/sistim-pertanian-terpadu-tumpangsari-4.html
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/
https://www.kupasonline.com/2021/06/sistim-pertanian-terpadu-tumpangsari-4.html
true
4972569365485151097
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content